Rabu, 09 Desember 2009

MEDITASI dalam PENCERAHAN JIWA

oleh: Zhie al-gility, XII IPS 1


Meditasi (dzikir) dalam pemikiran Dhyana (zen) merupakan aktifitas perenungan mendalam terhadap suatu tujuan. Aktifitas ini merupakan usaha antara yang membawa kesadaran nenuju semedi, yaitu terserapnya kesadran diri sebagai kesadaran terbatas ke dalam kesadaran Tuhan yang meliputi kesadaran semesta yang tak terbatas. Dalam Islam, meditasi yang paling kuat adalah pada apek tuma’ninah.
Meditasi adalah salah satu cara untuk mencapai ketengan jiwa. Setiap manusia akan menghadapi masalah dalam hidup, kecenderungan mereka mereka mencari cara untuk mencapai relaksasi pikiran, supaya apa yang aka dirasakan dan yang akan dijalankan sinergi dengan alam.
Meditasi sebaiknya dilakukan pada malam hari. Konsentrasi dan penyatuan jiwa dengan Tuhan bagi pemula, meditasi dianggap sulit. Semakin seseorang rutin melakukan meditasi, kemungkinan besar mereka akan menjadi orang yangs sukses. Ketika kita meditasi pada sesuatu yang tidak kentara yaitu Tuhan, kita akan menghilangkan kekotoran kita dan mendapatkan kehalusan-Nya. Dengan demikian kita dapat menjadi satu dengan DIA. Sehingga tujuan tertinggi dalam kehidupan memungkinkan untuk dicapai. Dan semua ini hanyalah dapat diperoloeh dengan istiqamah.
PENTINGNYA PERANA HATI
“Hati” adalah ladang atas perbuatan-perbuatan yang timbul dari pikiran. Kalau hati tidak murni, pikiran juga tdak akan murni sebaliknya kalau hati bersih yang ditimbulkan oleh samskara, pikiran menjadi bersih, halus, jernih seperti kristal dan sejalan dengan Tuhan, memperoleh kekuatan yang berasal dari Tuhan yang ada di dalam hati.
Semua agaama dan tradisi berkata bahwa Tuhan “bertempat tinggal” di dalam hati manusia. Oleh karena itu DIA harus dapat dirasakan di dalam hati. Lebih jauh, besarnya kecintaan selalu dihubungkan dengan hati, jadi melalui meditasi dapat membangkitkan cinta terpendam kita untuk Tuhan dan mempercepat kita menuju tujuan. Pada akhirnya cinta itu sendiri yang akan memenangkan DIA.
Kita harus benar-benar mengerti dan menyadari bahwa meditasi bukanlah sesuatu yang membosankan dan rutinitas belaka seperti sebuah mesin, tapi sesuatu yang menimbulkan kecintaan terhadap Tuhan. Kita melakukan meditasi pada hati (inti kehanan bagi kita), hidup di dalam hati dan bertindak melalui hati. Ini akan menimbulkan penyesuaian diri yang sempurna dari segi kemanusiaan dengan dasar ketuhanan dalam kehidupan kita