Jumat, 01 Januari 2010

MALAM KELABU

Oleh: El @fy@an

Malam kelabu
Bermandikan cahaya purnama
Suasana hening
Di negeri seribu cinta
Mengharu biru dalam kemelut rindu
Yang tank berujung dan tak bertepi
Hembusan angin membisikkan kalam tuhan
Melebur dan bersatu dalam gemuruh hati
Menjelma kristal-kristal kecil
Yang perlahan hadir
Menemani malam tak berbintang

Oleh: El @fy@an, XII IPS 1

Malam kelabu
Bermandikan cahaya purnama
Suasana hening
Di negeri seribu cinta
Mengharu biru dalam kemelut rindu
Yang tank berujung dan tak bertepi
Hembusan angin membisikkan kalam tuhan
Melebur dan bersatu dalam gemuruh hati
Menjelma kristal-kristal kecil
Yang perlahan hadir
Menemani malam tak berbintang

Kamis, 31 Desember 2009

MENGEJAR CAHAYA

Malamku semakin kelam
Jiwaku runtuh bersama airmata yang luruh
Satu per Saturday aku tersungkur diatas keputusasaan
Serangkaian perjalanan yang ku rajut bersamna uluran kasihnya
Terukir abadi dalam bingkai senja dimata indahnya
Walau kini ia perlahan memudar
Mengganti dengan senyap yang terus mendera
Mengapa cahaya itu semakin menjauh?
Saat aku benar-benar tak bisa menggapainya
Aku sudah cukup tersiksa dengan kegelapan
Kini, aku harus melangkah ditengah titian yang lebih pekat
Tawa itu sulit tuk ku cipta
Hanya ada sakit dan luka
Yang mengakar dalam jiwa
Cahaya, terlalu sulitkah tuk ciptakan rasa yang benar-benar ada untukku?

TETES KEPEDIHAN

Oleh: Siti Ida Wardah, X IPS 7

Aku tertawa dalam duka
Aku tersenyum dalam rintihan
Begitu cepat bulan berputar
Kurindukan sebuah kebersamaan
Tapi…
Hingga kutemui detik-detik ini
Yang kulalui
Paling akhir bersamamu
Penuh haru dan air mata
Demi satu harapan baru
Untuk cita-cita esok hari
Sahabat…
Kini telah terjadi puing kenangan
Selamat tinggal selamat berpisah
Selamat mengayuh bahtera
Memetik samudera cinta
Di atas kuasa Tuhan

DETIK-DETIK AWAL PERPISAHAN

Oleh: Siti Ida Wardah, X IPS 7

Kini tinggallah ku sendiri
Menanti datangnya perpisahan
Yang hanya akan membuat kepiluan
Namun siapa sangka rasa kepedihan

Adalah awal detik perjalanan
Maka menangislah, menjeritlah
Sekeras mungkin biar dunia tau
Betapa sedihnya meninggalkan
Sekolah tercinta ini

Dan betapa pedihnya rasa hati ini
Sebab sampai detik ini pun
Air mata tak bisa terbendung
Dan cabutlah mata yang nanar

Basah jadi saksi bisu
Walaupun kini kita harus berpisah

KEPASTIAN

Oleh: Nur Faiqah, XI IPS 1

Aku ragu tentang rasa
Yang kau ucap padaku
Aku takut rasa itu
Hanya nafsu belaka
Aku ingin semuanya nyata

KEHENDAKKU

Oleh: Vieta, XI IPS 5

Ingin ku mendekatkan diri pada-Nya.
Tapi…!
Rasa ini juga tak mungkin berpaling dari moe…
Kini hidup jadi dillema
Harus dilema antara kau dengan Tuhanku…
Aku tak mungkin menyingkirkamoe
Dari hidupku…
Dan aku juga tak mungkin
Menyingkirkan Tuhan dari kalbuku…
Karena bagiku
Tuhan segala-galanya
Tapi kau?
Kau hanya satu! Sebagai penyempurna hidupku…

JANJI

Oleh: lutfiyatun. Hs, XI IPS 1

Kawan…
Jangan kau kira aku lupa akan semua hal tentang kita
Jangan kau kira aku akan menghapus semua file indah
Yang telah kita lalui bersama di Efulgensi
Dan jangan pernah kau menyangka aku akan lupa pada
Janji yang telah kita ucapkan bersama.
Memang…
Perpisahan kita saat menjadi jurang perbedaan
Tapi sadarkah kau…?
Perpisahan ini karena cinta dan cita-cita
Aku akui…
Aku memang tak lagi mengenal duniamu
Dan kau pun sudah tak lagi mengenal duniaku
Tapi perpisahan ini
Tak kan membuatku lupa akan perlakuan mereka
Aku tak akan mambiarkan mereka jaya
Karena terlalu sakit luka yang telah mereka torehkan
Kawan…
Semua hal tentang kita akan selalu kusimpan dalam memory pribadiku
Dan tak akan pernah kuhapus meski hanya satu deret
Dan aku janji…!
”pertandingan akan segera kumulai”