Oleh : Agustina Putri M. X IPS 2
Judul buku : Muslimah Ngga’ Gitu, Deh!
Penulis : Andi Tanri Dala dkk
Penerbit : Forum Lingkar Pena Publishing House
Tebal buku : 128 Hal
Forum Lingkar Pena Publishing House kembali menghadirkan buku cantik berkualitas yang disertai sajian hangat untuk para pecinta baca setelah sekian lama FLP menemani banyak hati dengan buku-buku fiksi dan non-fiksinya.
Menyusul buku Jangan Jadi Muslimah Nyebelin, FLP kambali menyuguhkan buku pengembangan diri yang wajib di baca oleh para perempuan yang mengaku muslimah.Bahasanya yang mengalir dan meremaja membuat para pembaca tidak merasa lelah dan bosan untuk terus mengunyahnya.Tak hanya itu,buku yang dituls oleh beberapa pengarang ini memiliki keunikan tersendiri. Buku Muslimah Nggak Gitu Dech! Mengajak pembaca berfikir kritis. Pada hakikatnya,bagaimana sich eksistensi perempuan dan urgensinya di dunia ini?
Pasti kalian pernah mendengar ayat Al-Qur’an yang mendiskripsikan bahwa laki-laki adalah pemimpim bagi perempuan. Berarti perempuan itu lemah dan ngga’ bisa apa-apa, dong? (itu pemahaman yang perlu disingkirkan). Tapi, buku Muslimah ngga’ gitu deh! Justru memaparkan bahwa sebagai Muslimah smart pelu menyangkal perspektif orang yang menganggap bahwa prempuan adalah orang kedua di dunia setelah lai-laki. Karena realitanya banyak perempuan yang mempunyai cita-cita dan kemampuan hebat seperti Siti Khodijah, Siti Aisyah, Kartini dan Florence Nightingale, yang merupakan salah satu tokoh yang menyandang julukan ‘Malaikat Pembawa Lentera’ karena kegigihannya menggapai cita-cita sebagai perawat. Padahal, saat itu profesi perawat dianggap hina.
Sebagai Muslimah yang tak lagi hidup di zaman konservatif, seharusnya perempuan bisa ‘menyulap diri’ dengan menanamkan cita-cita sejak awal agar hidup lebih fokus dan konsisten. Mereka seharusnya tidak hanya mengisi waktu luang dengan bermalas-malasan, memanjakan hobi perempuan yang identik dengan shopaholic serta mempercantik diri di salon dengan berbagai macam perawatan (seperti rebonding, spa, menicure, pedicure dan lain-lain), tapi perempuan juga harus mampu berkompetisi guna meningkatkan kapabilitas intelektual dan bakat yang terpendam dalam dirinya.
Faktanya, entah berapa persen perempuan telah menyumbang pda polusi udara, pencemaran lingkungan, yang akhirnya berujung pada Global Warming yang mengakibatkan semakin menipisnya lapisan Ozon. Semua itu disebabkan karena semakin membengkaknya perempuan konsumtif baik terhadap kosmetik, parfum dan lain sebagainya.
Menyebut kekurangan buku ini sepertinya tidak mudah. Bak mencari jarum dalam jerami. Sebab, bahasanya komunikatif, gaya penulisannya bervariasi dan penyematan gambarnya juga kronik, sehingga membuat pembaca seolah terbawa illustrasi yang ditampilkan.
Membaca buku ini menjadikan pembaca tampak lebih menawan dalam segala tindakan. Untuk para Muslimah smart, luangkan waktu untuk membaca buku ini, karena buku ini sangat layak untuk dibaca oleh semua orang. Terutama yang berekad bulat untuk menjadi seorang Muslimah sejati. Patahkan anggapan bahwa perempuan itu lemah dan konsumtif dengan membentuk kepribadian yang kreatif, produktif dan inovatif.
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Dendam Masa Lalu
Judul film :12.00 a.m.
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus Sensor :25 Agustus 2005
Durasi Waktu:120 menit
Film yang di produksi oleh Grandiz ini merupakan film horor tentang sebuah dendam masa lalu, yang kemudian menjadi sebuah teror mistik pada masa sekarang, film ini diangkat dari sebuah novel.
Tercatat Inez (Olga Lidya) kekasih Alvin (Robertino) yang sedang mengalami masalah dalam hubungannya, merasa bahwa dirinya diduakan oleh Alvin (Robertino) padahal Alvin (Robertino) sudah berulangkali menjelaskan bahwa dirinya pergi bersama Bayu (Reonaldo Stokhorst) tetap saja Inez tak bisa menerima alasan itu meski dia sendiri tahu kegemaran Alvin (Robertino) dalam fotografi dia serlalu merasa bahwa Alvin (Robertino) lebih mementingkan kamera dari pada dirinya hingga beberapa peristiwa terjadi pada Inez (Olga Lidya) dan Alvin (Robertino), begitupun pada Bayu dan Amel (Inong), kekasihnya. Tak hanya itu, Inez (Olga Lidya) mengalami stress berat, lebih parah lagi yang terjadi pada Amel (Inong) dia kesurupan hingga mengiris urat nadinya sendiri dengan pisau dapur.
Kecurigaan Inez (Olga Lidya) tak henti hingga suatu hari Alvin (Robertino) bertemu dengan Clara (Febriana Enjelin) seoaranng mahasiswi baru yang baru seminggu disana. Teror tak henti mengikuti mereka berempat hingga suatu ketika alvin menemukan foto Inez (Olga Lidya) bersama Clara (Febriana Enjelin) secara tak sengaja. Siapa sebenarnya Clara? Ada hubungan apa Inez dengan Clara?
Film ini sangat menghipnotis para penonton sehingga membuat mereka ketakutan disetiap detiknya, sangat menggugah dan menjadikan penonton bisa berimajinasi sendiri tentang adegan berikutnya.
Settingnya juga sangat cocok karena kebanyakan dalam adegan itu menggunakan daerah-daerah yang cukup menyeramkan juga selalu menampilkan suasana petang sehingga sangat mendukung pada adegan-adegan yang berhantu. Dan juga tata musiknya sangat mendukung sehinggga adegannya semakin seru.
Namun, make up pemeran setan kurang menyeramkan, cenderung terlalu cantik untuk ukuran setan, kostum pemain Alvin (Robertino) dan Clara (Febriana Enjelin) tetap, dalam artian modelnya, entah apa yang ingin di tunjukkan oleh sutradara tapi sepertinya akan berpengaruh pada film ini. Dan juga akting pemeran Alvin (Robertino) terlalu kaku untuk peran setegas Alvin, cowok yang tak pernah percaya pada mistis ini terkesan lemah dan tidak menunjukkan bahwa dia orang yang mampu melindungi kekasihnya sikap perhatiannya sangat tampak namun tak menunjukkan perilaku yang berarti pada Inez (Olga Lidya) tidak seperti pasangan Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan Amel (Inong) yang begitu memukau. Dalam keadaan yang menghawatirkanpun tak pernah ada pertengkaran diantara mereka.
Dan yang membuat saya heran film ini sangat bertolak belakanng denngan novelnya. Jika dalam filmnya Alvinpun merasa terganggu dengan adanya setan perempuan itu. Sebaliknya dalam novel, tak sedikitpun Alvin merasa terganggu bahkan dalam novelnya alvin hanya di hantui ndalam mimpi saja, jika melihat di filmnya tak ada tanda yang menunjukkan bahwa Alvin hanya bermimpi. Sangat berbeda.
Tapi biar bagaimanapun perlu di acungi jempol karena selain film ini mengagumkan banyak hal yang dapat kita ambil diantaranya, kita tidak boleh punya dendam apalagi hanya karena sesuatu yang tak penting. Film inipun hanya cocok untuk dewasa tidak untuk dipertontonkan pada anak-anak. Yang penting great buat penulis!
Selamat menonton!
Oleh: Qiswatin Hasanah
Kelas:XI IPS 1
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus Sensor :25 Agustus 2005
Durasi Waktu:120 menit
Film yang di produksi oleh Grandiz ini merupakan film horor tentang sebuah dendam masa lalu, yang kemudian menjadi sebuah teror mistik pada masa sekarang, film ini diangkat dari sebuah novel.
Tercatat Inez (Olga Lidya) kekasih Alvin (Robertino) yang sedang mengalami masalah dalam hubungannya, merasa bahwa dirinya diduakan oleh Alvin (Robertino) padahal Alvin (Robertino) sudah berulangkali menjelaskan bahwa dirinya pergi bersama Bayu (Reonaldo Stokhorst) tetap saja Inez tak bisa menerima alasan itu meski dia sendiri tahu kegemaran Alvin (Robertino) dalam fotografi dia serlalu merasa bahwa Alvin (Robertino) lebih mementingkan kamera dari pada dirinya hingga beberapa peristiwa terjadi pada Inez (Olga Lidya) dan Alvin (Robertino), begitupun pada Bayu dan Amel (Inong), kekasihnya. Tak hanya itu, Inez (Olga Lidya) mengalami stress berat, lebih parah lagi yang terjadi pada Amel (Inong) dia kesurupan hingga mengiris urat nadinya sendiri dengan pisau dapur.
Kecurigaan Inez (Olga Lidya) tak henti hingga suatu hari Alvin (Robertino) bertemu dengan Clara (Febriana Enjelin) seoaranng mahasiswi baru yang baru seminggu disana. Teror tak henti mengikuti mereka berempat hingga suatu ketika alvin menemukan foto Inez (Olga Lidya) bersama Clara (Febriana Enjelin) secara tak sengaja. Siapa sebenarnya Clara? Ada hubungan apa Inez dengan Clara?
Film ini sangat menghipnotis para penonton sehingga membuat mereka ketakutan disetiap detiknya, sangat menggugah dan menjadikan penonton bisa berimajinasi sendiri tentang adegan berikutnya.
Settingnya juga sangat cocok karena kebanyakan dalam adegan itu menggunakan daerah-daerah yang cukup menyeramkan juga selalu menampilkan suasana petang sehingga sangat mendukung pada adegan-adegan yang berhantu. Dan juga tata musiknya sangat mendukung sehinggga adegannya semakin seru.
Namun, make up pemeran setan kurang menyeramkan, cenderung terlalu cantik untuk ukuran setan, kostum pemain Alvin (Robertino) dan Clara (Febriana Enjelin) tetap, dalam artian modelnya, entah apa yang ingin di tunjukkan oleh sutradara tapi sepertinya akan berpengaruh pada film ini. Dan juga akting pemeran Alvin (Robertino) terlalu kaku untuk peran setegas Alvin, cowok yang tak pernah percaya pada mistis ini terkesan lemah dan tidak menunjukkan bahwa dia orang yang mampu melindungi kekasihnya sikap perhatiannya sangat tampak namun tak menunjukkan perilaku yang berarti pada Inez (Olga Lidya) tidak seperti pasangan Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan Amel (Inong) yang begitu memukau. Dalam keadaan yang menghawatirkanpun tak pernah ada pertengkaran diantara mereka.
Dan yang membuat saya heran film ini sangat bertolak belakanng denngan novelnya. Jika dalam filmnya Alvinpun merasa terganggu dengan adanya setan perempuan itu. Sebaliknya dalam novel, tak sedikitpun Alvin merasa terganggu bahkan dalam novelnya alvin hanya di hantui ndalam mimpi saja, jika melihat di filmnya tak ada tanda yang menunjukkan bahwa Alvin hanya bermimpi. Sangat berbeda.
Tapi biar bagaimanapun perlu di acungi jempol karena selain film ini mengagumkan banyak hal yang dapat kita ambil diantaranya, kita tidak boleh punya dendam apalagi hanya karena sesuatu yang tak penting. Film inipun hanya cocok untuk dewasa tidak untuk dipertontonkan pada anak-anak. Yang penting great buat penulis!
Selamat menonton!
Oleh: Qiswatin Hasanah
Kelas:XI IPS 1
Polemek masa lalu, cinta dan setan?
Judul film :12.00 a.m
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus sensor :25 agustus 2005
Durasa waktu :120 menit
Pada era globalisasi bukan hanya terjadi perang pena saja, tapi perang dalam dunia film pun sudah mendarah daging, terutama dalam dunia horor. 12.00 a.m salah satunya, film yang menyita waktu 120 menit ini merupakan salah satu film yang di sutradarai oleh
Satu persatu, masalah mulai bermunculan dalam hidup Alvin (Robertino) dan semua itu bermula dari masalah yang terjadi antara alvin dan kekasihnya Inez (Olga lidya). Profesi Alvin sebagai fotografer membuat Inez (Olga lidya) kurang perhatiannya. Dan tidak hanya itu pula masalah yang alami Alvin diapun mengalami teror setan yang menyerupai seorang wanita yang sering mengganggu alvin. Pada suatu hari Alvin bertemu dan berkenalan dengan Clara (Fenetas Zawawi) gadis cantik dan seksi,hubungan Albin dan inez seakin renggang sedangkan Alvin dan clara semakin dekat.
Di tempat lain Inez kekasih alvin juga mengalami hal yang sama, teror setan wanita juga mengganggunya mencekam setiap detik hidupnya.
Tidak hanya alvin dan Inez yang mengalami teror setan wanita itu Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan kekasihnya Amel (Inong) juga mengalami hal yang sama, tapi yang paling parah setan wanita itu tidak hnaya mengganggu amel tapi juga merasukinya sampai-samapi amel nekat mengiris tangannya dengan pisau dapur dan menuliskan ‘aku kembali’ dengan darahnya sendiru.
Alvin menjenguk Inez kekasihnya yang sedang frustasi tapi disana dia menemukan foto Inez dan Clara.
Sebuah film akan di nilai sukses salah satunya di dukung oleh bagusnya akting tokoh dalam film tersebut, namun aktinng Alvin dalam film aini sangat kaku sehingga film ini terlihat sedikit gamblang ketika Alvin di haruskan untuk tegas kepada Inez. Alvin tidak bisa menunjukkannya tapi dia seperti orang bingung dan Alvin terlihat kaku ketika di hadapakan dengan teror setan wanita itu. Tapi dengan acting Inez, Bayu dan Amel yang sangat baik menyebabkan film ini sangat menarik untuk di tonton.
12.00 WIB, sekilas kalau kita melihat judulnya kita pasti akan berfikiran kalu film ini akna menggunakan waktu tengah malam. Tapi film ini tidak seperti apa yang kita fikirkan, waktu yang di gunakan antara siang malam sama-sama panjang dan setan selalu tampak setiap waktu sehingga para penonoton akan banyak di kejutkan oleh penampakan–penampakan yang tidak terduga.
Setiap sutradara film pasti menginginkan filmnya sukses begitupun dengan Candra Willim, dia juga mengharapkan film 12.00 am ini menuai sukses besar sehingga dia berusaha melakukan yang terbaik untuk film ini salah satunya dengan memermak setting film ini seapik mungkin yang terkesan film ini sangat horor. Pun menyebabkan film ini tidak cocok di tonton anak-anak dan para remaja yang tidak dewasa.
Para pecinta film khususnya pecinta horor kalau ingin tahu bagaimana jalan ceritanya 12.00 am buruan tonton film ini.
Oleh: Lutfiatun Hasanah
Kelas: XI IPS 1
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus sensor :25 agustus 2005
Durasa waktu :120 menit
Pada era globalisasi bukan hanya terjadi perang pena saja, tapi perang dalam dunia film pun sudah mendarah daging, terutama dalam dunia horor. 12.00 a.m salah satunya, film yang menyita waktu 120 menit ini merupakan salah satu film yang di sutradarai oleh
Satu persatu, masalah mulai bermunculan dalam hidup Alvin (Robertino) dan semua itu bermula dari masalah yang terjadi antara alvin dan kekasihnya Inez (Olga lidya). Profesi Alvin sebagai fotografer membuat Inez (Olga lidya) kurang perhatiannya. Dan tidak hanya itu pula masalah yang alami Alvin diapun mengalami teror setan yang menyerupai seorang wanita yang sering mengganggu alvin. Pada suatu hari Alvin bertemu dan berkenalan dengan Clara (Fenetas Zawawi) gadis cantik dan seksi,hubungan Albin dan inez seakin renggang sedangkan Alvin dan clara semakin dekat.
Di tempat lain Inez kekasih alvin juga mengalami hal yang sama, teror setan wanita juga mengganggunya mencekam setiap detik hidupnya.
Tidak hanya alvin dan Inez yang mengalami teror setan wanita itu Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan kekasihnya Amel (Inong) juga mengalami hal yang sama, tapi yang paling parah setan wanita itu tidak hnaya mengganggu amel tapi juga merasukinya sampai-samapi amel nekat mengiris tangannya dengan pisau dapur dan menuliskan ‘aku kembali’ dengan darahnya sendiru.
Alvin menjenguk Inez kekasihnya yang sedang frustasi tapi disana dia menemukan foto Inez dan Clara.
Sebuah film akan di nilai sukses salah satunya di dukung oleh bagusnya akting tokoh dalam film tersebut, namun aktinng Alvin dalam film aini sangat kaku sehingga film ini terlihat sedikit gamblang ketika Alvin di haruskan untuk tegas kepada Inez. Alvin tidak bisa menunjukkannya tapi dia seperti orang bingung dan Alvin terlihat kaku ketika di hadapakan dengan teror setan wanita itu. Tapi dengan acting Inez, Bayu dan Amel yang sangat baik menyebabkan film ini sangat menarik untuk di tonton.
12.00 WIB, sekilas kalau kita melihat judulnya kita pasti akan berfikiran kalu film ini akna menggunakan waktu tengah malam. Tapi film ini tidak seperti apa yang kita fikirkan, waktu yang di gunakan antara siang malam sama-sama panjang dan setan selalu tampak setiap waktu sehingga para penonoton akan banyak di kejutkan oleh penampakan–penampakan yang tidak terduga.
Setiap sutradara film pasti menginginkan filmnya sukses begitupun dengan Candra Willim, dia juga mengharapkan film 12.00 am ini menuai sukses besar sehingga dia berusaha melakukan yang terbaik untuk film ini salah satunya dengan memermak setting film ini seapik mungkin yang terkesan film ini sangat horor. Pun menyebabkan film ini tidak cocok di tonton anak-anak dan para remaja yang tidak dewasa.
Para pecinta film khususnya pecinta horor kalau ingin tahu bagaimana jalan ceritanya 12.00 am buruan tonton film ini.
Oleh: Lutfiatun Hasanah
Kelas: XI IPS 1
Minggu, 28 Juni 2009
SAUDARA SEHATI
Judul buku : Malaika Humaira
Tebal : 358 Halaman
Harga : 40000,00
Judul resensi : Saudara Sehati
Zahratul Atiyah adalah seorang novelis muda yang berasal dari jogjakarta tepatnya di daerah pakalongan. Dalam novel pertamanya ini, teh Zahra telah mampu membuat pembaca berdecak kagum karena keelokan kata-katanya. Di akui, memang dalam setiap bait ceritanya sangat dan sangat menggugah hati. Teh Zahra sangat pintar mengotak-atik kata. Bahkan seakan-akan teh Zahra ingin mengajak pembaca untuk ikut serta menyelami indahnya kisah dalam novel inspiratif pembangkit kegundahan hati, karya pertamanya ini.
Judul novel ini adalah malaika humaira, yang kebetulan diambil dari tokoh utama dalam novel ini. Menceritakan tentang dua orang, hanna dan malka wanita berbeda watak, sikap dan kebiasaan. Awalnya mereka berdua tidak saling kenal, dan pertemuan mereka dilatar belakangi oleh ketidak sengajaan. Mereka tinggal 1 kost tapi berbeda kama. Ternyata ada kecocokan antara mereka berdua. Dan pada akhirnya persahabatan mengikat kebersamaan mereka. “ kau saudari sehati denganku.”, kata-kata itu yang terlontar dari mulut malka pada hanna sahabatnya.
Waktu berputar dan haripun berganti. Sang pujangga tiba-tiba hadir dalam kehidupan mereka mencipta kerenggangan diantara merek. Tapi karena persahabatan mereka kuat, kebersamaan yang tadinya hampir putus ini kembali merapat dan takkan ada yang bisa merenggangkan lagi. Sungguh hebat persahabatan sekaligus persaudaraan mereka. Dan dalam hal ini mereka meminta tuhan untuk menjadi saksi persaudaraan mereka. SAUDARA SEHATI.
Dalam setiap karya, yang pasti terdapat kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan dari novel ini adalah kata-katanya indah, unik dan mudah di cerna. Alur ceritanya juga bagus dan mengesankan. Adpun kekurangannya terletak pada dialog antar tokoh yang terkesan berbelit-belit. Hingga untuk sampai pada inti cerita terlalu lama.
Dari kisah ini bisa diambil hikmah bahwa persahabatan bukan Cuma untuk dirasakan tapi juga untuk di jaga. Dan sahabat akan bisa menjadi saudara sehati seperti yang kita inginkan.
Wallahu A’lam Bisshawab
Guluk-Guluk 28 Juni 2009
“ Allah…………..Jangan murkai hamba
Jika kata-kata yang hamba tulis tak berkenan.
Karena hamba Cuma ingin berproses menjadi lebih baik.
LAISA MINNI INSANUN KAMILUN.”
Tebal : 358 Halaman
Harga : 40000,00
Judul resensi : Saudara Sehati
Zahratul Atiyah adalah seorang novelis muda yang berasal dari jogjakarta tepatnya di daerah pakalongan. Dalam novel pertamanya ini, teh Zahra telah mampu membuat pembaca berdecak kagum karena keelokan kata-katanya. Di akui, memang dalam setiap bait ceritanya sangat dan sangat menggugah hati. Teh Zahra sangat pintar mengotak-atik kata. Bahkan seakan-akan teh Zahra ingin mengajak pembaca untuk ikut serta menyelami indahnya kisah dalam novel inspiratif pembangkit kegundahan hati, karya pertamanya ini.
Judul novel ini adalah malaika humaira, yang kebetulan diambil dari tokoh utama dalam novel ini. Menceritakan tentang dua orang, hanna dan malka wanita berbeda watak, sikap dan kebiasaan. Awalnya mereka berdua tidak saling kenal, dan pertemuan mereka dilatar belakangi oleh ketidak sengajaan. Mereka tinggal 1 kost tapi berbeda kama. Ternyata ada kecocokan antara mereka berdua. Dan pada akhirnya persahabatan mengikat kebersamaan mereka. “ kau saudari sehati denganku.”, kata-kata itu yang terlontar dari mulut malka pada hanna sahabatnya.
Waktu berputar dan haripun berganti. Sang pujangga tiba-tiba hadir dalam kehidupan mereka mencipta kerenggangan diantara merek. Tapi karena persahabatan mereka kuat, kebersamaan yang tadinya hampir putus ini kembali merapat dan takkan ada yang bisa merenggangkan lagi. Sungguh hebat persahabatan sekaligus persaudaraan mereka. Dan dalam hal ini mereka meminta tuhan untuk menjadi saksi persaudaraan mereka. SAUDARA SEHATI.
Dalam setiap karya, yang pasti terdapat kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan dari novel ini adalah kata-katanya indah, unik dan mudah di cerna. Alur ceritanya juga bagus dan mengesankan. Adpun kekurangannya terletak pada dialog antar tokoh yang terkesan berbelit-belit. Hingga untuk sampai pada inti cerita terlalu lama.
Dari kisah ini bisa diambil hikmah bahwa persahabatan bukan Cuma untuk dirasakan tapi juga untuk di jaga. Dan sahabat akan bisa menjadi saudara sehati seperti yang kita inginkan.
Wallahu A’lam Bisshawab
Guluk-Guluk 28 Juni 2009
“ Allah…………..Jangan murkai hamba
Jika kata-kata yang hamba tulis tak berkenan.
Karena hamba Cuma ingin berproses menjadi lebih baik.
LAISA MINNI INSANUN KAMILUN.”
Langganan:
Postingan (Atom)