Senin, 28 Desember 2009

HANCUR? BAHH…!

Oleh: Feel’s El-Hasby, XI Prog. Keagamaan

Hancur…!
Berkeping-keping…
Sungguh telah hancur

Termakan rayap kata
Terhipnotis cahaya rasa…

Bullshit!

C???
T???
D???

Hah…

Persetan dengan semua…!

Aku bersama hidupku..
Hanya aku dan hidupku…
Bukan kalian dan ocehan!
Bukan kalian dan cacian!

Jadi,
Aku bebas bersama imajinasiku,
Kalian bebas dengan makhluk rebutan kalian!

Kalian menang,
Setidaknya untuk saat ini…
Telah lancang dan berhasil buatku jatuh!

AKU,,,,

Oleh: Feel's El-hasby, XI Prog. Keagamaan

Aku adalah hamba…
Yang sekali pernah terjatuh di singgasanamu
Aku adalah kata…
Yang seringkali terpaku di sudut terpojok kertasmu
Aku adalah jiwa…
Yang senantiasa mengikis diri demi rasa

Entah apa…
Hamba, kata, rasa…
Itu aku…

Tapi mereka lebih suka menyebutku;
LUKA….!!!

Maka,
Ini aku,
Gadis rapuh yang mengharap daun layu itu
Ini aku,
Gadis pengidap skizofrenia, katamu
Ini aku,
Gadis yang hanya terpaku pd guna kekanakanku
Ini aku,
Luka itu…!

Minggu, 27 Desember 2009

DO'A UNTUK SAHABAT

Sahabat,
Yang tak pernah hilang kisah tentangnya
Kembali kutatap wajahmu
Dicahaya lilinku
Berharap senyummu selalu terpancar
Untuk kenangan kita
Ingin rasanya ada di dekatmu
Pada detak nafas waktu yang sangat berharga untukmu
Hari ini,
Ku lantunkan serangkai do’a
Dan kupejamkan mata
Rasakan jiwamu hadir temani jiwaku
Tak ada yang tersesali selama hidupmu

KUTEMUKAN CAHAYA DALAM RENGKUH KASIH-MU

Oleh: Fitri-X Beehive, XII IPS 2

Badai terus menghantam
Seakan-akan menghabisiku
Bahkan…
Halilintar teru menyambar
Serasa ingin menelanku
Sedang ombak melilitku
Kedalaman laut yang menganga lebar
Seakan-akan tak terima
Atas kehadiranku
Batinku menjerit
Kalbuku melolong
Pada sang khgalik
Perasaanku sesak
Oleh puing-puing kerikil terjal yang terus menghantam
Batinku roboh seketika
Hatiku pedih
Seakan membengkak
Embun-embun yang ku tabung tuk menyejukkan hati
Tumpah deras
Membajiri lautan bahtera
Yang lama gersang
Lisan ini terus memurattalkan
Syair-syair ilahi
Tuk menguatkan batin
Bacaan syair mengalir terang
Membasahi sanubari
Hingga detik demi detik
Pupuslah…
Perasaan mengganjal
Yang menyelimuti kalbu

IMAJINASI TERINDAH

Oleh: Niel MA, XI MAK

Senyummu imajinasi yang mampu gerakkan molekul-molekul
Berterbangan dilangit
Ciptakan lakon gila
Yang gelengkan ada mereka
Senyummu…
Tarik aku dalam pelukan kasih
Hangat, damai dan…
Terbangkanku dalam dunia maya
Penuh cinta
Penuh pesona dan keindahan

Sabtu, 26 Desember 2009

KISAH MALAM

Malam-malamku
Aku selalu merengkuh malam dalam tahajjudku
Malamku terasa tak berarti dalam kealpaanku
Aku bersyair rindu dalam al-hub yang abadi
Al-hub yang tidak ternoda
Al-hub yang anugerah
Padamu malam
Aku mengitari keterasinganku
Hingga aku menjadi yang terasing
Dalam dekapan kasih sayang malam
(EL-@FY@AN)

JEMARI LANGIT

Oleh: Ulfatun Hasanah, XII Prog. Keagamaan

Daun-daun kembali beku
bisu
Patungkan jiwa kaku
lesu
Tarian angin yang aduhai
Merontokkan tanpa belai
Menggeroti celah yang terberai
Tak tersisa walau sehelai

Tangan-tangan bercahayakan Huda
__menerangi gelap di balik dada
menarik perlahan; dan
mengelusnya kembali.

Saat Ulfa kembali diracuni benalu-benalu dunia, menderaikan airmata dalam muara yang seharusnya tak tertumpahkan yang lebih pantas jikalau muara itu tetap bersumber dengan sumbernya yang hakiki, di muara Kautsar. namun apa?! seorang Ulfa adalah sosok yang tak banyak melakukan apapun tanpa tiupan KunNya yang melebur Fayakun.
Hh...
Jujur, Ulfa paling tak bisa menyimpan bara dendam di hatimu yang setulus dan seputih pasir. Namun ingat, daun segar saja bisa kering tanpa aura, yang setiap hari ditatap matahari nanar sebab itulah hukum alam. Begitupula jiwamu... jangan sampai teracuni oleh virus-virus syaitan. Tahu kan maksudnya??? Sehingga Ulfa masih tetap bisa bersandar di sana, di keteduhan itu.