Senin, 23 November 2009

Peringati Hari Pahlawan dengan Membaca Yasin

Tanggal 23 November 2009 kemaren, puluhan siswi MA 1 Annuqayah Putri berbondong-bondong menuju Makam Pahawan yang berada di sebelah selatan Gedung STIKA Putri. Ada yang berbeda dengan peringatan Hari Pahlawan kali ini, tidak seperti biasanya, Hari Pahlawan Tahun ini diperingati dengan berziarah ke Makam Pahlawan.
Mereka membacakan surat Yasin untuk semua kusuma bangsa yang telah gugur. Dengan posisi melingkari makam Kyai Abdullah Sajjad (salah satu masyayikh Annuqayah yang gugur saat berperang melawan penjajah) para siswi dengan khusyu’ memanjatkan do’a untuk para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa raganya untuk membela Indonesia tercinta.
Menurut keterangan Siti Romah Ahsan, selaku ketua panitia menuturkan bahwa, sebenarnya Hari Pahlawan tahun ini akan diperingati dengan menyelenggarakan berbagai jenis lomba, namun, berhubung banyaknya acara yang berlangsung di MA 1 A Pi maka rencana tersebut tidak dapat dilaksanakan. Belum lagi sekarang sudah menjelang liburan, membuat waktu semakin tidak memungkinkan.
“Sebenarnya Kami (para anggota OSIS) telah membentuk struktur panitia lomba untuk menyambut Hari Pahlawan tahun ini. Tapi karena gagal, jadi hanya diperingati dengan mengaji ke Makam Pahlawan,” terangnya.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan maing-masing kelas (dua orang) dan semua pengurus OSIS. “ Rencananya semua siswa akan diikutsertakan dalam acara ini, namun, karena tempatnya tidak memadai maka kami meminta perwakilan tiap kelas saja,” tambahnya.
Dengan diadakannya acara mengaji bersama ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadikan Hari Pahlawan sebagai momen untuk berlomba, namun juga untuk mengenang dan mendo’akan para Pahlawan kita.(Faiq_Kipperblog)

Sabtu, 21 November 2009

فى انتظارك

فى انتظارك
لا اقدر ان اكذب لمرة اخرى
قد د هن الد نياكلها
ولو ا جرب نفسى ثا بتاوا نكر ته
و لكن كلها بدو ن ا ي فائدة
وتصا عدالرجاء
يغفر الا ف الشعوري
االذى نبت منذ ا يا م التار حية
كلها بكماءدون الكلا م

اا لطا لبة ا لفقير ة ا لي ر حمة الله_ ستى ر ملة ا حسن
غو لؤ- غو لؤ-مد ر سة ا لعا لية قسم الد ر سا ت ا سلا مية

KEMAJUAN IPTEK PERMUDAH APLIKASI ILMU AGAMA

Oleh: Musyarrofah, XII IPS 1

Pesatnya perkembangan IPTEK sangat memudahkan manusia dalam melakukan berbagai aktifitas. Termasuk dalam hal ini kemudahan dalam proses belajar mengajar di lembaga pendidikan formal.
Sebagai contoh, dengan memanfaatkan audio visual sebagai salah satu produk kemajuan IPTEK, para siswa dapat dengan mudah memahami berbagai materi yang disampaikan oleh guru mereka.
Tak hanya materi umum yang sangat terbantu dengan adanya berbagai kemajuan IPTEK, materi agama pun dapat dngan mudah diakses melalui alat tekhnologi. Semisal, aplikasi zakat yang kini mulai dipraktekkan di MA 1 Anuqayah Putri, salah satu lembaga berbasis . Dengan hanya mengaktifkan program khusus di komputer dan melengkapi data yang diminta, para siswa dapat dengan mudah mengetahui berapa jumlah zakat yang harus dikeluarkan oleh mereka.
Di satu sisi, program tersebut memang sangat membantu para siswa dalam memahami ilmu fiqih khususnya bab zakat. Namun, di sisi lain hal ini dapat menyebabkan siswa malas mempelajai teori zakat yang terdapat dalam kitab, karena tanpa memahai teori zakat pun mereka dapat dengan mudah megetahui jumah zakat yang harus dikeluarkan dengan benar. Padahal, tidak selamanya meraka dapat mengakses komputer.
Untuk mengantispasi kemugkinan tersebut, guru materi fiqih tetap menjelaskan teori-teori zakat hingga para siswa benar-benar paham.

HITAM PUTIH

Oleh Mam chan

Setitik air mata luka
Aroma gerimis, akhir kemarau
Kuikat aroma duka
Saat langkahmu menghilang

Mawar merah nan berduri
Beracun dan mematikan
Aku kehilangan jejakmu
Di tengah tiupan angin
Di antara jubah putih suteramu

Aku tak lagi tahu
Mengerti setiap rintihan
Gejolak jiwa
Hingga akhir luka itu menganga

Tak usah bertanya aroma kamboja
Tangan ini selalu ada
Dengan rasa

Kini kau pergi untuk selamanya

Gerhanakah matahari?

Oleh: Eva M

aku bermimpi berselimut cahaya
berkalungkan aroma sakura
semerbak mewangi

sekejap, kemudian gelap
ada apa? Gerhanakah matahari?

Aku tak sempat bersuara
Semua sudah merana

Intuisi Gadis Giligenting

Oleh: Zhie al-gility
Asmaraku,
Berjalan dengan tenang
Menyusuri lembah padang pasir,
Gunung-gunung serta hamparan batu karang
Perjalanan yang begitu mengesankan
Berjuta kemenangan ku genggam di tangan
Bukit telah ku tendang
Gunung-gunung telah ku hancurkan
Jadilah aku “kembang chora”
Waktupun menuai sejuta memory indah
Kahuripan ku lukis dengan puluhan darah
Sumur tumpang, soro’, tanggul, pesisir utara dan chora istana kedamaianku
Pernah ku taburi mekarnya bunga- bunga indah
Kumbang-kumbang ku buat terluka
Hati para orang tua ku buat kecewa
Air mata bagai rintik hujan kecil
Tangis kenistaan persis kidung serunai
Ratap pengharapan mengalir bagai lembutnya arus sungai
Kedamaian adalah belahan kelukaan
Eindahan adalah bagian kenistaan
Tawa-tawa kecil mengalun
Mengahantar sejuta rajutan dari ratap permintaan
Tahukah engkau nyata tindas di hatiku?!

TEMBANG DUKA

Oleh: Zhie al-gility

Kutertunduk dalam asa
Merangkai kata-kata
Satu persatu ku urai kata
Dalam tarian tinta
Menabur tembang-tembang duka
Silau resah ku rasa
Saat di situ ku tulis sebuah nama
Berubah jadi gundah
Saat disana ku sibak cerita
Betapa jiwa resah dan terluka
Kala penaku berubah jadi tetes air mata