“Sabtu sore, 18 April 2009 terlihat anggota tim Te-o sibuk mencampur tanah dengan pupuk organic. Sore itu memang digunakan tim Te-O untuk memindah sebagian tanaman obat yang ada di depan lab computer ke poly bag. Diantara tanaman yang di pindah itu antara lain Daun sendokan, Lidah buaya, Tapak liman, Daun jinten, Cocor bebek, Pegagan dan Sambiloto. Tim Te-O mencoba kreatif dengan menjadikan bungkus detergen sebagai poly bag.” Ini merupakan salah satu cara kami untuk menyelamatkan lingkungan dengan memanfaatkan plastik bekas” Ujar Shatitin yang bertanggung jawab membeli pot.
Para anggota tim dengan penuh semangat memindahkan tanaman obat, ditengah keasyikan mereka tiba-tiba kepala sekolah menghampiri:”Bagus!” Ungkap beliau dengan senyum merekah, satu kata dari beliau tapi membuat semangat anggota tim bertambah.
Saat qiraat pekerjaan mereka pun selesai “Alhamdulillah ahirnya selesai juga ini nih yang bikin setres dari dulu”. Ujar salah satu dari mereka. Tetapi pemindahan tersebut tidak selesai hari itu juga melainkan di lanjutkan pada keesokan harinya karna kehabisan bungkus detergen.(pie’/fani/l-ya)
Sabtu, 18 April 2009
Jumat, 10 April 2009
CUTTING THE BAMBOO IS NOT AN EASY THING
Apparently, Te-o team really determined to finish their job immediately. The fact they worked so hard. On Friday, 10th April 2009 they came back to cut off bamboo for making into Te-o place temporary, before it painted in pots.
There (front of the Lab), they cut bamboo enjoyably. Whereas near by them there are many students bought accessories in traveling salesman. But they are easy going although some of sentries see them with dirty look (pandangan heran). Some times they would answer immediately if there had been someone asked what they cut off bamboo for. “we will make a place for seed of medicinal herbs before moved to the pot by us”. Elya said, when there is sentries ask to her.
After slice a bamboo, we dig a hole appropriate size.
There (front of the Lab), they cut bamboo enjoyably. Whereas near by them there are many students bought accessories in traveling salesman. But they are easy going although some of sentries see them with dirty look (pandangan heran). Some times they would answer immediately if there had been someone asked what they cut off bamboo for. “we will make a place for seed of medicinal herbs before moved to the pot by us”. Elya said, when there is sentries ask to her.
After slice a bamboo, we dig a hole appropriate size.
menggorok bambu bukan hal yang mudah
Ternyata tim Te-O benar-benar bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan segera. Itu terlihat dari cara mereka bekerja. Hari Jumat tanggal 10 April 2009 mereka kembali bergotong royong memotong bambu yang akan dijadikan sebagai tempat penanaman bibit tanaman obat sebelum di tanam di pot.
Mereka memotong bambu di depan lab. Komputer dengan santai-santai saja. Padahal di dekat mereka banyak santri yang sedang membeli pernak-pernik di pedagang kaki lima. Tapi mereka tetap saja cuek walau sebagian dari para santri menatap mereka dengan pandangan heran dan bertanya-tanya. Kadang mereka akan segera menjawab saat ada yang bertanya untuk apa mereka bersusah payah memotong bambu-bambu itu. ”Kami akan menjadikannya sebagai tempat penanaman bibit tanaman obat sebelum dipindah ke pot”! Kata Elya saat ada salah satu santri menanyainya.
Setelah selesai dipotong,bambu-bambu itu dilubangi sesuai dengan ukuran. Susah payah mereka menggorok bambu itu agar tidak terbelah. Sekali-kali bapak penjual cimol membantu mereka untuk melubangi bambu tersebut. Mungkin kasihan melihat para tim Te-O bekerja sampai kelelahan.”Santri itu harus tahu banyak ilmu,bukan hanya tahu ilmu yang dipelajari di dalam kelas. Ini ’kan juga ilmu” ungkapnya (baca:penjual cimol) saat membantu melubangi bambu.
”Iya dong pak, sekarangkan sudah modern, santri juga dituntut untuk serba bisa. Agar tak ketinggalan jaman”. Kata Mamduhah menanggapi.(fani/pie’/l-ya)
Mereka memotong bambu di depan lab. Komputer dengan santai-santai saja. Padahal di dekat mereka banyak santri yang sedang membeli pernak-pernik di pedagang kaki lima. Tapi mereka tetap saja cuek walau sebagian dari para santri menatap mereka dengan pandangan heran dan bertanya-tanya. Kadang mereka akan segera menjawab saat ada yang bertanya untuk apa mereka bersusah payah memotong bambu-bambu itu. ”Kami akan menjadikannya sebagai tempat penanaman bibit tanaman obat sebelum dipindah ke pot”! Kata Elya saat ada salah satu santri menanyainya.
Setelah selesai dipotong,bambu-bambu itu dilubangi sesuai dengan ukuran. Susah payah mereka menggorok bambu itu agar tidak terbelah. Sekali-kali bapak penjual cimol membantu mereka untuk melubangi bambu tersebut. Mungkin kasihan melihat para tim Te-O bekerja sampai kelelahan.”Santri itu harus tahu banyak ilmu,bukan hanya tahu ilmu yang dipelajari di dalam kelas. Ini ’kan juga ilmu” ungkapnya (baca:penjual cimol) saat membantu melubangi bambu.
”Iya dong pak, sekarangkan sudah modern, santri juga dituntut untuk serba bisa. Agar tak ketinggalan jaman”. Kata Mamduhah menanggapi.(fani/pie’/l-ya)
Kamis, 09 April 2009
PAINTING ON HOLIDAY
MA I API make free on Thursday, 9th of April 2009 because of holding General Election ( Pemilu). That a happy day for all of students because they can relax full Day but not for medicinal herbs team .They must painted the rack, they painted very spirit while by turns painted the rack . ”please take applicator again”. Eliza said, one of medicinal herbs team. And the others take applicator in storehouse.
All the members worked their job seriously, they didn’t care although sunshine sting their skin. They painted a rack in front of Computer Laboratory. Whereas some of them have gotten a card to punch Indonesian legislative assembly. But they are always spirit to solve their job before punch.
When sunshine looked so light they cleaned their hand that full of red paint. Red color was chosen by them to paint the rack before painted with green color.
Before they set out to punch Indonesian legislative assembly, they mutual cooperation cleaned computer laboratory yard that are became place of paint by them. “there you go! As a medicinal herbs team, people who loves clean and health neighborhood, we must like that”. Said Musyarrofah, as a chairman of medicinal herbs team.
(fani/pie’/l-ya)
All the members worked their job seriously, they didn’t care although sunshine sting their skin. They painted a rack in front of Computer Laboratory. Whereas some of them have gotten a card to punch Indonesian legislative assembly. But they are always spirit to solve their job before punch.
When sunshine looked so light they cleaned their hand that full of red paint. Red color was chosen by them to paint the rack before painted with green color.
Before they set out to punch Indonesian legislative assembly, they mutual cooperation cleaned computer laboratory yard that are became place of paint by them. “there you go! As a medicinal herbs team, people who loves clean and health neighborhood, we must like that”. Said Musyarrofah, as a chairman of medicinal herbs team.
(fani/pie’/l-ya)
Isi hari libur dengan mengecat
Pada hari kamis tanggal 09 April 2009 sekolah diliburkan sehubung diselenggarakannya PEMILU. Bagi para siswi itu merupakan hari yang asyik buat bersantai ria. Tapi tidak buat tim Te-O. Mereka malah memilih untuk bekerja menyelesaikan rak yang masih belum di cat.Dengan penuh semangat para anggota tim bergantian mengecat rak tersebut.”Ambil kuwas lagi dong biar cepat selesai”.Ungkap Eliza,salah satu anggota tim Te-O. Yang lain langsung bergegas mengambil kuas ke gudang tempat penyimpanan alat-alat.
Para tim Te-O bekerja dengan serius. Mereka seolah tak perduli panas matahari yang semakin menyengat. Mereka tetap mengecat di depan lab komputer. Padahal sebagian dari mereka sudah mendapat hak pilih. Tapi mereka tetap bersemangat menyelesaikannya sebelum mencontreng.
Matahari sudah semakin meninggi saat mereka beranjak untuk membersihkan tangan mereka yang belerpotan cat berwarna merah. Itulah warna yang mereka pilih sebagai warna dasar rak tempat tanaman obat sebelum di cat dengan warna hijau.
Sebelum beranjak untuk mencoblos mereka bergotong royong membersihkan halaman laboratorium komputer yang mereka jadikan sebagai tempat untuk mengecat. ”Nah ini baru tim Te-O. Orang yang benar-benar cinta lingkungan yang bersih dan sehat!” Komentar Musyarrofah,ketua tim Te-O.(fani/pie’/l-ya)
Para tim Te-O bekerja dengan serius. Mereka seolah tak perduli panas matahari yang semakin menyengat. Mereka tetap mengecat di depan lab komputer. Padahal sebagian dari mereka sudah mendapat hak pilih. Tapi mereka tetap bersemangat menyelesaikannya sebelum mencontreng.
Matahari sudah semakin meninggi saat mereka beranjak untuk membersihkan tangan mereka yang belerpotan cat berwarna merah. Itulah warna yang mereka pilih sebagai warna dasar rak tempat tanaman obat sebelum di cat dengan warna hijau.
Sebelum beranjak untuk mencoblos mereka bergotong royong membersihkan halaman laboratorium komputer yang mereka jadikan sebagai tempat untuk mengecat. ”Nah ini baru tim Te-O. Orang yang benar-benar cinta lingkungan yang bersih dan sehat!” Komentar Musyarrofah,ketua tim Te-O.(fani/pie’/l-ya)
Senin, 23 Maret 2009
SEMANGAT & KEKOMPAKAN MENGUBAH SEGALANYA
Proyek Tanaman Obat sudah sampai pada tahap persiapan lahan pada hari Rabu,18 Maret 2009.Para anggota tim inti dengan dibantu oleh para pekerja aula. dan tim pendukung memindahkan baliho yang ada didepan lab.computer karena tempat tersebut akan dijadikan lahan tempat menanam tanaman obat-obatan.Selain menggunakan lahan yang ada didepan lab. mereka (Tim Te-O:Read) juga menggunakan salah satu pot yang ada disana (depan lab.:read).Tanaman yang ada di pot tersebut dipindah ke pot lain dan diganti dengan bibit tanaman obat.Kemudian pada hari Kamis,19 maret 2009 anggota tim inti meninjau langsung kebun Te-O milik ibu Khatibah A.Win (Manager Herba Madura) di daerah Lubangsa raya putri.Peninjauan tersebut dimaksudkan untuk Hunting data Te-O sebagai tahap awal proses persiapan bibit Tanaman Obat Madura.
Selanjutnya pada hari Senin, 23 Maret 2009 para anggota tim inti dengan di Bantu oleh tim pendukung mencampur pupuk alami yang terbuat dari kotoran sapi & sekam dengan tanah agar tanahnya menjadi subur sebagai persiapan lahan untuk kebun tanaman obat, Para anggota tim dengan semangat & tanpa canggung mencangkul lahan untuk dicampur dengan pupuk alami “ini merupakan latihan bagi kami, siapa tahu nanti di rumah jadi petani” ujar Elieza salah satu tim inti Te-O dengan semangat yang menggebu dan kekompakan ahirnya pekerjaan merekapun selesai ”semangat dan kompak” itulah semboyan dari Tim Te-O
Selanjutnya pada hari Senin, 23 Maret 2009 para anggota tim inti dengan di Bantu oleh tim pendukung mencampur pupuk alami yang terbuat dari kotoran sapi & sekam dengan tanah agar tanahnya menjadi subur sebagai persiapan lahan untuk kebun tanaman obat, Para anggota tim dengan semangat & tanpa canggung mencangkul lahan untuk dicampur dengan pupuk alami “ini merupakan latihan bagi kami, siapa tahu nanti di rumah jadi petani” ujar Elieza salah satu tim inti Te-O dengan semangat yang menggebu dan kekompakan ahirnya pekerjaan merekapun selesai ”semangat dan kompak” itulah semboyan dari Tim Te-O
Spirit and compact change everything
Developing self-supporting healthy by making useful of Maduranis medicinal herbs project has been prepared their field at Wednesday .. of March 2009. members of SCC team moved Baleho from front of Laboratory of Computer to front of third of A Class, because they will plant medicinal herbs in front of Laboratory of Computer. And at Thursday, 9th of March 2009 members of SCC team went to garden of medicinal herbs in Lubangsa Putri to observe and hunting medicinal herbs as the first step of process to prepare seed of medicinal herbs.
At Monday, 23rd of March 2009, members of this team and endorsement team blended organic fertilizer that make by impurities dung and chaff. Members of team with spirit and withouth stiff, hoe the field to blend with fertilizer organic.”this is training for us, who knows may be we will be a farmer in our house” said Eliza the one of member TO team. With strong spirit and reinforce this can finish, “spirit and compact” that is slogan of TO team.
At Monday, 23rd of March 2009, members of this team and endorsement team blended organic fertilizer that make by impurities dung and chaff. Members of team with spirit and withouth stiff, hoe the field to blend with fertilizer organic.”this is training for us, who knows may be we will be a farmer in our house” said Eliza the one of member TO team. With strong spirit and reinforce this can finish, “spirit and compact” that is slogan of TO team.
Langganan:
Postingan (Atom)