Sabtu, 04 Desember 2010

Semangat Siswa MA 1 A Pi Mengikuti MKKT

Mahir dalam membaca kitab sepertinya sudah menjadi keinginan mayoritas santri, maka dari itu Madrasah Aliyah I Annuqayah Putri membentuk komunitas musyawarah qira’atul kutub thariqah (MKKT) yang bertujuan untuk menggodok kemampuan siswi dalam membaca kitab.
MKKT ini sudah terlaksana sejak tanggal 03 September 2010 lalu hingga sekarang.Hal itu berawal dari adanya beberapa wali siswi yang mengeluh karena putrinya tidak bisa membaca kitab.Program ini, dilaksanakan empat kali dalam seminggu,yakni hari sabtu, selasa, rabu dan kamis yng dimulai pada jam14.00 -15.30 siang.Meski, masih ada beberapa siswi yang harus mengikut kegiatan disore hari baik itu di pesantren maupun di sekolah non-formal seperti komunitas-komunitas lainnya.
“Secara ilmu memang bertambah, tapi capek juga tidak ada waktu luang untuk istirahat” ucap salah satu siswi kelas akhir yang menjadi peserta MKKT.MKKT ini dibimbing oleh empat ustadz yaitu ustadz Zaini Mudaris Jamaluddin, ustadz Qusyairi dan ustadz A.Syafi’ie. Keempat pembimbng tersebut tak hanya sekedar mengajar,tapi juga membekalkan semangat kepada para siswi.Sehingga mereka tetap semangat meski aktifitasnya padat .”saya merasa semangat dengan adanya MKKT,karena ada bekal lebih yang saya perolah selam aktif dalam kegiatan ini ” tutur salah satu siswi yang tak pernah absen mengikuti program tersebut sambil tersenyum.
Selama semester gasal ini,MKKT hanya dikhususkan pada kelas akhir saja.Selain karena sebentar lagi mereka akan keluar dari Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri , mereka juga akan disibukkan dengan adanya UAN, UAS dll.program ini diharapkan agar siswi bisa membaca dan memahami kitab turats dengan baik dan benar.Terutama bagi mereka yang hendak beranjak dari Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri bisa secara langung mempraktekkan apa yang telah didapatkan dari program MKKT tersebut.Selamat berproses teman !

Solusi Cerdas Mahir Menulis Arab

Belakangan ini, tantangan bagi dunia pesantren semakin pesat.Paradigma”mempertahankan warisan lama yang masih relevan dan mengambil hal terbaru yang lebih baik benar-benar penting untuk direnungi kembali”.Sehingga disadari atau tidak, santri masa kini sudah mulai melalaikan adat yang dulu melekat dipesantren.Salah satunya yaitu dalam hal tulis menulis arab.
Untuk menghindari hal tersebut, maka para staf Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri mencari solusi mudah untuk membantu para siswi yang kurang mahir dalam tulis-menulis arab.Salah satunya yaitu dengan mengadakan tes menulis arab (imlak).Seperti pada 8 november 2010 lalu, Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri mengadakan jam’iyah imlak yang dilatarbelakangi oleh adanya sebagian santri annuqayah khususnya alumni Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri yang ternyata masih belum mahir dalam hal tulis-menulis arab ketika sudah menjadi mahasiswa di sebuah Universitas.Maka dari itu Drs. K.H. Muhammad Muhsin selaku kepala sekolah Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri, berinisiatif untuk mencetak seluruh siswi Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri menjadi generasi muda yang dibanggakan dalam hal tulis-menulis arabnya.
Pelaksanaan tes perdana tersebut ,berlangsung hanya dalam satu hari yang dihandle langsung oleh para guru yang bertugas dimasing- masing kelas.Sehingga banyaknya siswa tidak menjadi kendala bagi para staf sekolah untuk mensukseskan terlaksananya tes menulis arab
Uniknya,program ini tidak hanya diurusi oleh staf-staf Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri saja, tapi sekolah juga bekerja sama dengan masing-masing pimpinan pengurus daerah pondok pesantren yang ada di annuqayah. Tujuannya,yaitu agar para siswi yang belum lulus dalam tes yang diselenggarakan sekolah, juga bisa belajar di pondok mereka masing-masing.Sehingga,tidak diragukan lagi,dengan berproses mereka pasti bisa!.

Jumat, 29 Oktober 2010

Sejarahku

Oleh: Dina Olivia
XII IPS 3
Aku adalah bagian dari serpihan luka yang terbuang
Lewat perkawanan yang mulai tunggal
Menyisakan cerita tentang sejarah
Bersama mimpi yanng mulai tajam
Aku yang dijadikan suara dalam tubuh membentur sukma
Menjadi perahu sampai hening ciptakan sembilu
Seperti mimpi membagi siasat dengan waktu
Lalu bagaimana aku membuka tabir dalam tabir
Cinta bahkan keindahan, sementara aku adalah
Gelombang dalam serpihan luka yang terbuang
Sejenak aku tersadar………
Ternyata semua itu masih terasa
Dalam catatan nokta yang tak berurutan arah
Mengurai sunyi netralkan rasa
Hingga akhirnya menjadi kabut dalam
Metamorfosa diam tanpa kata

Rintihan Si Merah

Oleh: Hidayatur Rahimah
XI IPA
Kala berkobar api membara
Setumpuk kayu hanguslah sudah
Tinggal kenangan abu berhijrah
Kugali lagi sepetak tanah
Tuk akhiri kisah berdarah
Namun kerikil tetaplah asa
Tuk lewati jembatan berdansa
Hanya saja korek api menyeringai
Tanpa asa
Lalu mutiara mata coba
Aliri dengan fitrahnya

Muzaik Sepi

Oleh: Alfa Zauri
XI IPS 4
Saat ego menggunung
Hati membatu
dan senyum tak seramah dulu
Pergilah!!!!
Tinggalkan aku sendiri
Pada saat itu…
Yang aku butuhkan adalah sepi
Saat wajah legam
Nurani pekat mengelam
Dan nafas tak lagi beraturan
Menyingkirlah!!!
Lenyap diperpusaran waktuku
Karna kaupun tak begitu tau
Bahwa sepi sebagian hidupku
Kata sabda memuncak
Indra bergerak dan aku berlagak
Enyahlah!!!!!
Alphakan prifasimu
Butuhku pada sepiku
Tuk tenangkan jiwaku
Kala nafas tersenggal
Dada kian sesak
Jangan mengiba!!!
Daku bukanlah siapa-siapa
Ada dan tiadaku sama saja

Penantian

Oleh: Aphzain
XI IPS 1
Menapaki jalan penuh berduri
Mengarungi rongga-rongga tanpa asa
Nada-nada simponi menyulut kalbu
Mengajakku berkelana di ujung senja
Terpaut hati aku merana
Menyadari akan satu hal
rasa… hilang…
Bendungan cinta tak kuasa ku tampung
Tertancap sudah kesan yang ada
Menanti angin tak kunjung jumpa

Aku Tak Seindah Hujan

Oleh:H-R
XII IPA
Ketika rintik hujan menyapa dahan
Ku coba sentuh lewat hujan
Merasakan suhu yang tersimpan
Namun ia lari
Lewati guratan garis tak beraturan
Ia terus mengalir menjauhiku
Pergi tak tertahan
hingga terserat akar tunggang