Oleh: Niel MA, XI MAK
Senyummu imaginasi
Yang mampu gerakkan molekul-molekul
Berterbangan di langit
Ciptakan lakon gila
Yang gelengkan ada mereka
Senyummu
Tarik aku dalam pelukan kasih
Hangat, damai, dan…
Terbangkanku dalam dunia maya
Penuh cinta
Penuh pesona
Dan keindahan
Rabu, 19 Mei 2010
Senin, 17 Mei 2010
FEATURES
Definisi
Features adalah karangan atau cerita lengkap, yang bukan fiksi.
Features adalah karangan yang disajikan dengan gaya yang memikat, kreatif, menyentuh rasa kemanusiaan, dan menarik perhatian.
Bentuk atau Sifat
• Memberi informasi
• Kadang subjektif, tetapi tetap berdasarkan fakta
• Disajikan dengan gaya ringan, hidup, kreatif
• Isinya menghibur atau menyentuh rasa kemanusiaan
• Tidak basi
Teknik Penulisan:
• Menulis feature pada dasarnya sama dengan melukis tetapi dengan kata-kata.
• Menulis feature pada dasarnya menghidupkan imajinasi pembaca, menarik pembaca masuk ke dalam cerita itu dengan membantu mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.
• Memilih lead atau teras:
A. Ringkasan
inti cerita atau ringkasan dari cerita yang akan disajikan.
B. Bercerita
menciptakan suasana dengan membiarkan pembaca jadi tokoh utama, misalnya dalam kisah petualangan.
Contoh: berarung jeram: "Batu sebesar gajah itu sama sekali tidak terlihat selepas kelokan patah. Perahu karet meluncur bagai kotak korek api terbawa arus. Dan, bum! Perahu menabrak batu itu."
C. Deskripsi
menciptakan suasana dengan membiarkan penonton masuk ke ruang kisah.
Contoh: laporan dari peliputan pertunjukan musik. "Lampu aneka warna mulai menyorot panggung. Satu per satu pemain musik muncul, sebagian menempati tempat duduk untuk pemain biola, sebagian lagi di tempat pemain cello. Tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu pun muncul di panggung. Maksim!"
D. Kutipan
menyitir kutipan dari tokoh yang akan dikisahkan.
Contoh: penulisan profil. "Saya tidak mau mengganti nama, sekalipun produser memintanya. Nama saya Siti Nurhaliza. Panggil saja saya Siti."
E. Pertanyaan
mengajak pembaca merenungkan keadaan seseorang atau suatu kejadian yang akan dikisahkan.
Contoh: penulisan tragedi yang menimpa korban kekerasan Bunga. "Masih adakah masa depan untuk Bunga? Matanya tak lagi bersinar. Luka gores masih tersisa di beberapa bagian wajahnya, entah untuk berapa lama. Rambut yang dicukur di sekitar pelipis semakin memperlihatkan betapa parah luka yang harus dideritanya. Tak mudah bagi remaja berusia 16 tahun menanggung derita seperti itu."
F. Sapaan akrab
memancing perhatian pembaca untuk mengikuti kisah tentang sosok yang akan diceritakan.
Contoh: Mak Kondor, penjual nasi uduk. "Orang-orang memanggilnya Mak Kondor. Itu karena ia latah. Jika seseorang mengagetkannya, langsung dari mulutnya keluar rentetan kata-kata 'eh, kondor, kondor, kondor ...'"
Masih ada beberapa teras yang dikenal, di antaranya penggoda, teka-teki, tiruan bunyi, dan gabungan.
Kiat penulisan features: ibarat memasak sup, kalau kebanyakan bumbu akan "neg".
• Harus diingat, siapa segmen pembaca.
• Kalimat paling panjang 12 kata, memakai bahasa yang baik dan benar.
• Kurangi pemakaian bahasa asing.
• Menulis dengan outline.
• Mempelajari teknis penerbitan.
Selamat belajar menulis features.
Features adalah karangan atau cerita lengkap, yang bukan fiksi.
Features adalah karangan yang disajikan dengan gaya yang memikat, kreatif, menyentuh rasa kemanusiaan, dan menarik perhatian.
Bentuk atau Sifat
• Memberi informasi
• Kadang subjektif, tetapi tetap berdasarkan fakta
• Disajikan dengan gaya ringan, hidup, kreatif
• Isinya menghibur atau menyentuh rasa kemanusiaan
• Tidak basi
Teknik Penulisan:
• Menulis feature pada dasarnya sama dengan melukis tetapi dengan kata-kata.
• Menulis feature pada dasarnya menghidupkan imajinasi pembaca, menarik pembaca masuk ke dalam cerita itu dengan membantu mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.
• Memilih lead atau teras:
A. Ringkasan
inti cerita atau ringkasan dari cerita yang akan disajikan.
B. Bercerita
menciptakan suasana dengan membiarkan pembaca jadi tokoh utama, misalnya dalam kisah petualangan.
Contoh: berarung jeram: "Batu sebesar gajah itu sama sekali tidak terlihat selepas kelokan patah. Perahu karet meluncur bagai kotak korek api terbawa arus. Dan, bum! Perahu menabrak batu itu."
C. Deskripsi
menciptakan suasana dengan membiarkan penonton masuk ke ruang kisah.
Contoh: laporan dari peliputan pertunjukan musik. "Lampu aneka warna mulai menyorot panggung. Satu per satu pemain musik muncul, sebagian menempati tempat duduk untuk pemain biola, sebagian lagi di tempat pemain cello. Tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu pun muncul di panggung. Maksim!"
D. Kutipan
menyitir kutipan dari tokoh yang akan dikisahkan.
Contoh: penulisan profil. "Saya tidak mau mengganti nama, sekalipun produser memintanya. Nama saya Siti Nurhaliza. Panggil saja saya Siti."
E. Pertanyaan
mengajak pembaca merenungkan keadaan seseorang atau suatu kejadian yang akan dikisahkan.
Contoh: penulisan tragedi yang menimpa korban kekerasan Bunga. "Masih adakah masa depan untuk Bunga? Matanya tak lagi bersinar. Luka gores masih tersisa di beberapa bagian wajahnya, entah untuk berapa lama. Rambut yang dicukur di sekitar pelipis semakin memperlihatkan betapa parah luka yang harus dideritanya. Tak mudah bagi remaja berusia 16 tahun menanggung derita seperti itu."
F. Sapaan akrab
memancing perhatian pembaca untuk mengikuti kisah tentang sosok yang akan diceritakan.
Contoh: Mak Kondor, penjual nasi uduk. "Orang-orang memanggilnya Mak Kondor. Itu karena ia latah. Jika seseorang mengagetkannya, langsung dari mulutnya keluar rentetan kata-kata 'eh, kondor, kondor, kondor ...'"
Masih ada beberapa teras yang dikenal, di antaranya penggoda, teka-teki, tiruan bunyi, dan gabungan.
Kiat penulisan features: ibarat memasak sup, kalau kebanyakan bumbu akan "neg".
• Harus diingat, siapa segmen pembaca.
• Kalimat paling panjang 12 kata, memakai bahasa yang baik dan benar.
• Kurangi pemakaian bahasa asing.
• Menulis dengan outline.
• Mempelajari teknis penerbitan.
Selamat belajar menulis features.
SAAT SENJA MENGUBUR RINDUKU
oleh: zhie Al-gility
Suara-suara angin mendesau
Menguak rindang daun kelapa
Melambai mengajak ombak-ombak kecil bermain di bibir pantai
Melepas rindu dalam riak awan yang memerah
Sementara camar-camar kecil menukik mencengkram mangsa
Aku terpaku,
Diam dalam bisuku
Sementara batinku melangkah lesu
Menyibak puing-puing tua
Yang runtuh mengubur kerinduanku
Mengais debu berlumut yang menutupi jiwaku
Mencakar jeruji bara yang memenjarakan nuraniku
Dengan rantai peradaban dan kehormatan
Aku meludah menghempas kebencianku
Menyibak debu-debu bertali yang menggantungku
Terkadang aku menyesal harus pasrah terhadap takdir
Yang telah menjadikan hasratku runtuh
Mengubur kerinduanku dalam kubangan bara
Sementara senja-senjaku kembali buta
Suara-suara angin mendesau
Menguak rindang daun kelapa
Melambai mengajak ombak-ombak kecil bermain di bibir pantai
Melepas rindu dalam riak awan yang memerah
Sementara camar-camar kecil menukik mencengkram mangsa
Aku terpaku,
Diam dalam bisuku
Sementara batinku melangkah lesu
Menyibak puing-puing tua
Yang runtuh mengubur kerinduanku
Mengais debu berlumut yang menutupi jiwaku
Mencakar jeruji bara yang memenjarakan nuraniku
Dengan rantai peradaban dan kehormatan
Aku meludah menghempas kebencianku
Menyibak debu-debu bertali yang menggantungku
Terkadang aku menyesal harus pasrah terhadap takdir
Yang telah menjadikan hasratku runtuh
Mengubur kerinduanku dalam kubangan bara
Sementara senja-senjaku kembali buta
REINKARNASI
oleh: Zhie Al-gility
Aku hidup dalam kematian semu
Atau mati dalam kehidupan nyata
Sedang seribu mata hanya menatapku dengan tanda tanya
Tanpa suara dan diam
Dari matanya mengalir hawa murni
Mengalir perlahan mengisi jiwaku yang mati
Menciptakan satu rasa yang tak bisa ku hindari
Tak bisa ku tepis dan tak bisa ku ingkari
Perlahan dan pasti jiwaku hidup kembali
Jiwa gersang dan tandus
Selama bermasa lama
Dengan ajaib permai seketika
Seribu bunga tumbuh dengan kumbangnya
Aku melihat nirwana dihatiku
Aku seperti terlahir kembali
Walau masih kaku
Aku hidup dalam kematian semu
Atau mati dalam kehidupan nyata
Sedang seribu mata hanya menatapku dengan tanda tanya
Tanpa suara dan diam
Dari matanya mengalir hawa murni
Mengalir perlahan mengisi jiwaku yang mati
Menciptakan satu rasa yang tak bisa ku hindari
Tak bisa ku tepis dan tak bisa ku ingkari
Perlahan dan pasti jiwaku hidup kembali
Jiwa gersang dan tandus
Selama bermasa lama
Dengan ajaib permai seketika
Seribu bunga tumbuh dengan kumbangnya
Aku melihat nirwana dihatiku
Aku seperti terlahir kembali
Walau masih kaku
Minggu, 09 Mei 2010
MA1API AWARDS FULL PENTAS SENI
Guluk-Guluk- Berita tentang ditundanya pagelaran Pentas Seni oleh panitia penyelenggara pada Sabtu malam (08/05) kemarin, tidak mengubah komentar teman-teman MA1API yang awalnya antusias menjadi kecewa berat. Terbukti dengan begitu semangatnya teman-teman menghadiri acara tepat waktu. Tentu saja itu karena awak acara penutupan Olimpiade Matematika-Akuntansi Regional 2010 tadi malam (09/05) benar-benar memanjakan para penikmat seni (khususnya musik,red.) dengan tajuk MA1API Awards yang berlokasi di halaman MA 1 Annuqayah Putri. Di awal acara, penonton disuguhi tarian latar atau backing dance for MC, merdunya Paduan suara, dan atraksi anggota Sanggar Sareyang yang menggugah naluri seni. Acara semakin meriah ketika Istiyana feat. Halimatus Shalihah yang didaulat menjadi Master of Ceremony doublé language (Bahasa Arab dan Inggris,red.) mempersilahkan dua dara pemilik suara emas, Raudlatul Jannah, XII MAK dan Nafilatul Waridah, XII MAK dengan salah satu lagu arab yang sedang ngetren.
Kegiatan dibawah koordinasi pengurus OSIS Bidang Kesenian yang sekaligus pengumuman juara Olimpiade ini dihadiri oleh sejumlah lembaga formal (baca;sekolah/madrasah,red.) yang mendapatkan kesempatan menjadi juara olimpiade. Sekolah yang beruntung tersebut yaitu, SMA-MTs Sabilul Huda Gadu Barat yang memborong piala juara Matematika-Akuntansi sekaligus, MA Raudlah Najiyah Lengkong dengan piala juara I, II Matematika, MA Miftahul Ulum dengan piala juara III Akuntansi dan MTs Al-Amien Jambu dengan piala juara II Akuntansi. Sedangkan dari lingkungan MA1API sendiri Jurusan IPS kalah telak dengan kenyataan Jurusan MAK berhak memborong juara I, II dan III Matematika dengan iringan applause yang menghebohkan, “IPS payah nih, Matematika-nya dikalahin anak MAK semua” cetus salah seorang siswa MA1API jurusan IPS di tengah acara. Akhirnya, anak jurusan IPS harus puas dengan membawa piala juara Akuntansi (wah, persaingan tambah seret nih!).
Tidak cukup dengan juara olimpiade saja, pengurus OSIS bekerja sama dengan panitia Olimpiade membagi-bagikan kenang-kenangan kepada masing-masing anggota Club ekstrakurikuler yang tetap semangat mengikuti setiap kegiatan yang diagendakan Pengurus OSIS. Di akhir acara, penonton kembali dihanyutkan dengan pembacaan puisi kenangan karya anak jurusan IPA. (reporter)
Kegiatan dibawah koordinasi pengurus OSIS Bidang Kesenian yang sekaligus pengumuman juara Olimpiade ini dihadiri oleh sejumlah lembaga formal (baca;sekolah/madrasah,red.) yang mendapatkan kesempatan menjadi juara olimpiade. Sekolah yang beruntung tersebut yaitu, SMA-MTs Sabilul Huda Gadu Barat yang memborong piala juara Matematika-Akuntansi sekaligus, MA Raudlah Najiyah Lengkong dengan piala juara I, II Matematika, MA Miftahul Ulum dengan piala juara III Akuntansi dan MTs Al-Amien Jambu dengan piala juara II Akuntansi. Sedangkan dari lingkungan MA1API sendiri Jurusan IPS kalah telak dengan kenyataan Jurusan MAK berhak memborong juara I, II dan III Matematika dengan iringan applause yang menghebohkan, “IPS payah nih, Matematika-nya dikalahin anak MAK semua” cetus salah seorang siswa MA1API jurusan IPS di tengah acara. Akhirnya, anak jurusan IPS harus puas dengan membawa piala juara Akuntansi (wah, persaingan tambah seret nih!).
Tidak cukup dengan juara olimpiade saja, pengurus OSIS bekerja sama dengan panitia Olimpiade membagi-bagikan kenang-kenangan kepada masing-masing anggota Club ekstrakurikuler yang tetap semangat mengikuti setiap kegiatan yang diagendakan Pengurus OSIS. Di akhir acara, penonton kembali dihanyutkan dengan pembacaan puisi kenangan karya anak jurusan IPA. (reporter)
Dendam Masa Lalu
Judul film :12.00 a.m.
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus Sensor :25 Agustus 2005
Durasi Waktu:120 menit
Film yang di produksi oleh Grandiz ini merupakan film horor tentang sebuah dendam masa lalu, yang kemudian menjadi sebuah teror mistik pada masa sekarang, film ini diangkat dari sebuah novel.
Tercatat Inez (Olga Lidya) kekasih Alvin (Robertino) yang sedang mengalami masalah dalam hubungannya, merasa bahwa dirinya diduakan oleh Alvin (Robertino) padahal Alvin (Robertino) sudah berulangkali menjelaskan bahwa dirinya pergi bersama Bayu (Reonaldo Stokhorst) tetap saja Inez tak bisa menerima alasan itu meski dia sendiri tahu kegemaran Alvin (Robertino) dalam fotografi dia serlalu merasa bahwa Alvin (Robertino) lebih mementingkan kamera dari pada dirinya hingga beberapa peristiwa terjadi pada Inez (Olga Lidya) dan Alvin (Robertino), begitupun pada Bayu dan Amel (Inong), kekasihnya. Tak hanya itu, Inez (Olga Lidya) mengalami stress berat, lebih parah lagi yang terjadi pada Amel (Inong) dia kesurupan hingga mengiris urat nadinya sendiri dengan pisau dapur.
Kecurigaan Inez (Olga Lidya) tak henti hingga suatu hari Alvin (Robertino) bertemu dengan Clara (Febriana Enjelin) seoaranng mahasiswi baru yang baru seminggu disana. Teror tak henti mengikuti mereka berempat hingga suatu ketika alvin menemukan foto Inez (Olga Lidya) bersama Clara (Febriana Enjelin) secara tak sengaja. Siapa sebenarnya Clara? Ada hubungan apa Inez dengan Clara?
Film ini sangat menghipnotis para penonton sehingga membuat mereka ketakutan disetiap detiknya, sangat menggugah dan menjadikan penonton bisa berimajinasi sendiri tentang adegan berikutnya.
Settingnya juga sangat cocok karena kebanyakan dalam adegan itu menggunakan daerah-daerah yang cukup menyeramkan juga selalu menampilkan suasana petang sehingga sangat mendukung pada adegan-adegan yang berhantu. Dan juga tata musiknya sangat mendukung sehinggga adegannya semakin seru.
Namun, make up pemeran setan kurang menyeramkan, cenderung terlalu cantik untuk ukuran setan, kostum pemain Alvin (Robertino) dan Clara (Febriana Enjelin) tetap, dalam artian modelnya, entah apa yang ingin di tunjukkan oleh sutradara tapi sepertinya akan berpengaruh pada film ini. Dan juga akting pemeran Alvin (Robertino) terlalu kaku untuk peran setegas Alvin, cowok yang tak pernah percaya pada mistis ini terkesan lemah dan tidak menunjukkan bahwa dia orang yang mampu melindungi kekasihnya sikap perhatiannya sangat tampak namun tak menunjukkan perilaku yang berarti pada Inez (Olga Lidya) tidak seperti pasangan Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan Amel (Inong) yang begitu memukau. Dalam keadaan yang menghawatirkanpun tak pernah ada pertengkaran diantara mereka.
Dan yang membuat saya heran film ini sangat bertolak belakanng denngan novelnya. Jika dalam filmnya Alvinpun merasa terganggu dengan adanya setan perempuan itu. Sebaliknya dalam novel, tak sedikitpun Alvin merasa terganggu bahkan dalam novelnya alvin hanya di hantui ndalam mimpi saja, jika melihat di filmnya tak ada tanda yang menunjukkan bahwa Alvin hanya bermimpi. Sangat berbeda.
Tapi biar bagaimanapun perlu di acungi jempol karena selain film ini mengagumkan banyak hal yang dapat kita ambil diantaranya, kita tidak boleh punya dendam apalagi hanya karena sesuatu yang tak penting. Film inipun hanya cocok untuk dewasa tidak untuk dipertontonkan pada anak-anak. Yang penting great buat penulis!
Selamat menonton!
Oleh: Qiswatin Hasanah
Kelas:XI IPS 1
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus Sensor :25 Agustus 2005
Durasi Waktu:120 menit
Film yang di produksi oleh Grandiz ini merupakan film horor tentang sebuah dendam masa lalu, yang kemudian menjadi sebuah teror mistik pada masa sekarang, film ini diangkat dari sebuah novel.
Tercatat Inez (Olga Lidya) kekasih Alvin (Robertino) yang sedang mengalami masalah dalam hubungannya, merasa bahwa dirinya diduakan oleh Alvin (Robertino) padahal Alvin (Robertino) sudah berulangkali menjelaskan bahwa dirinya pergi bersama Bayu (Reonaldo Stokhorst) tetap saja Inez tak bisa menerima alasan itu meski dia sendiri tahu kegemaran Alvin (Robertino) dalam fotografi dia serlalu merasa bahwa Alvin (Robertino) lebih mementingkan kamera dari pada dirinya hingga beberapa peristiwa terjadi pada Inez (Olga Lidya) dan Alvin (Robertino), begitupun pada Bayu dan Amel (Inong), kekasihnya. Tak hanya itu, Inez (Olga Lidya) mengalami stress berat, lebih parah lagi yang terjadi pada Amel (Inong) dia kesurupan hingga mengiris urat nadinya sendiri dengan pisau dapur.
Kecurigaan Inez (Olga Lidya) tak henti hingga suatu hari Alvin (Robertino) bertemu dengan Clara (Febriana Enjelin) seoaranng mahasiswi baru yang baru seminggu disana. Teror tak henti mengikuti mereka berempat hingga suatu ketika alvin menemukan foto Inez (Olga Lidya) bersama Clara (Febriana Enjelin) secara tak sengaja. Siapa sebenarnya Clara? Ada hubungan apa Inez dengan Clara?
Film ini sangat menghipnotis para penonton sehingga membuat mereka ketakutan disetiap detiknya, sangat menggugah dan menjadikan penonton bisa berimajinasi sendiri tentang adegan berikutnya.
Settingnya juga sangat cocok karena kebanyakan dalam adegan itu menggunakan daerah-daerah yang cukup menyeramkan juga selalu menampilkan suasana petang sehingga sangat mendukung pada adegan-adegan yang berhantu. Dan juga tata musiknya sangat mendukung sehinggga adegannya semakin seru.
Namun, make up pemeran setan kurang menyeramkan, cenderung terlalu cantik untuk ukuran setan, kostum pemain Alvin (Robertino) dan Clara (Febriana Enjelin) tetap, dalam artian modelnya, entah apa yang ingin di tunjukkan oleh sutradara tapi sepertinya akan berpengaruh pada film ini. Dan juga akting pemeran Alvin (Robertino) terlalu kaku untuk peran setegas Alvin, cowok yang tak pernah percaya pada mistis ini terkesan lemah dan tidak menunjukkan bahwa dia orang yang mampu melindungi kekasihnya sikap perhatiannya sangat tampak namun tak menunjukkan perilaku yang berarti pada Inez (Olga Lidya) tidak seperti pasangan Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan Amel (Inong) yang begitu memukau. Dalam keadaan yang menghawatirkanpun tak pernah ada pertengkaran diantara mereka.
Dan yang membuat saya heran film ini sangat bertolak belakanng denngan novelnya. Jika dalam filmnya Alvinpun merasa terganggu dengan adanya setan perempuan itu. Sebaliknya dalam novel, tak sedikitpun Alvin merasa terganggu bahkan dalam novelnya alvin hanya di hantui ndalam mimpi saja, jika melihat di filmnya tak ada tanda yang menunjukkan bahwa Alvin hanya bermimpi. Sangat berbeda.
Tapi biar bagaimanapun perlu di acungi jempol karena selain film ini mengagumkan banyak hal yang dapat kita ambil diantaranya, kita tidak boleh punya dendam apalagi hanya karena sesuatu yang tak penting. Film inipun hanya cocok untuk dewasa tidak untuk dipertontonkan pada anak-anak. Yang penting great buat penulis!
Selamat menonton!
Oleh: Qiswatin Hasanah
Kelas:XI IPS 1
Polemek masa lalu, cinta dan setan?
Judul film :12.00 a.m
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus sensor :25 agustus 2005
Durasa waktu :120 menit
Pada era globalisasi bukan hanya terjadi perang pena saja, tapi perang dalam dunia film pun sudah mendarah daging, terutama dalam dunia horor. 12.00 a.m salah satunya, film yang menyita waktu 120 menit ini merupakan salah satu film yang di sutradarai oleh
Satu persatu, masalah mulai bermunculan dalam hidup Alvin (Robertino) dan semua itu bermula dari masalah yang terjadi antara alvin dan kekasihnya Inez (Olga lidya). Profesi Alvin sebagai fotografer membuat Inez (Olga lidya) kurang perhatiannya. Dan tidak hanya itu pula masalah yang alami Alvin diapun mengalami teror setan yang menyerupai seorang wanita yang sering mengganggu alvin. Pada suatu hari Alvin bertemu dan berkenalan dengan Clara (Fenetas Zawawi) gadis cantik dan seksi,hubungan Albin dan inez seakin renggang sedangkan Alvin dan clara semakin dekat.
Di tempat lain Inez kekasih alvin juga mengalami hal yang sama, teror setan wanita juga mengganggunya mencekam setiap detik hidupnya.
Tidak hanya alvin dan Inez yang mengalami teror setan wanita itu Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan kekasihnya Amel (Inong) juga mengalami hal yang sama, tapi yang paling parah setan wanita itu tidak hnaya mengganggu amel tapi juga merasukinya sampai-samapi amel nekat mengiris tangannya dengan pisau dapur dan menuliskan ‘aku kembali’ dengan darahnya sendiru.
Alvin menjenguk Inez kekasihnya yang sedang frustasi tapi disana dia menemukan foto Inez dan Clara.
Sebuah film akan di nilai sukses salah satunya di dukung oleh bagusnya akting tokoh dalam film tersebut, namun aktinng Alvin dalam film aini sangat kaku sehingga film ini terlihat sedikit gamblang ketika Alvin di haruskan untuk tegas kepada Inez. Alvin tidak bisa menunjukkannya tapi dia seperti orang bingung dan Alvin terlihat kaku ketika di hadapakan dengan teror setan wanita itu. Tapi dengan acting Inez, Bayu dan Amel yang sangat baik menyebabkan film ini sangat menarik untuk di tonton.
12.00 WIB, sekilas kalau kita melihat judulnya kita pasti akan berfikiran kalu film ini akna menggunakan waktu tengah malam. Tapi film ini tidak seperti apa yang kita fikirkan, waktu yang di gunakan antara siang malam sama-sama panjang dan setan selalu tampak setiap waktu sehingga para penonoton akan banyak di kejutkan oleh penampakan–penampakan yang tidak terduga.
Setiap sutradara film pasti menginginkan filmnya sukses begitupun dengan Candra Willim, dia juga mengharapkan film 12.00 am ini menuai sukses besar sehingga dia berusaha melakukan yang terbaik untuk film ini salah satunya dengan memermak setting film ini seapik mungkin yang terkesan film ini sangat horor. Pun menyebabkan film ini tidak cocok di tonton anak-anak dan para remaja yang tidak dewasa.
Para pecinta film khususnya pecinta horor kalau ingin tahu bagaimana jalan ceritanya 12.00 am buruan tonton film ini.
Oleh: Lutfiatun Hasanah
Kelas: XI IPS 1
Editor :Elham Cahya
Produksi :Grandiz Media Production
Lulus sensor :25 agustus 2005
Durasa waktu :120 menit
Pada era globalisasi bukan hanya terjadi perang pena saja, tapi perang dalam dunia film pun sudah mendarah daging, terutama dalam dunia horor. 12.00 a.m salah satunya, film yang menyita waktu 120 menit ini merupakan salah satu film yang di sutradarai oleh
Satu persatu, masalah mulai bermunculan dalam hidup Alvin (Robertino) dan semua itu bermula dari masalah yang terjadi antara alvin dan kekasihnya Inez (Olga lidya). Profesi Alvin sebagai fotografer membuat Inez (Olga lidya) kurang perhatiannya. Dan tidak hanya itu pula masalah yang alami Alvin diapun mengalami teror setan yang menyerupai seorang wanita yang sering mengganggu alvin. Pada suatu hari Alvin bertemu dan berkenalan dengan Clara (Fenetas Zawawi) gadis cantik dan seksi,hubungan Albin dan inez seakin renggang sedangkan Alvin dan clara semakin dekat.
Di tempat lain Inez kekasih alvin juga mengalami hal yang sama, teror setan wanita juga mengganggunya mencekam setiap detik hidupnya.
Tidak hanya alvin dan Inez yang mengalami teror setan wanita itu Bayu (Reonaldo Stokhorst) dan kekasihnya Amel (Inong) juga mengalami hal yang sama, tapi yang paling parah setan wanita itu tidak hnaya mengganggu amel tapi juga merasukinya sampai-samapi amel nekat mengiris tangannya dengan pisau dapur dan menuliskan ‘aku kembali’ dengan darahnya sendiru.
Alvin menjenguk Inez kekasihnya yang sedang frustasi tapi disana dia menemukan foto Inez dan Clara.
Sebuah film akan di nilai sukses salah satunya di dukung oleh bagusnya akting tokoh dalam film tersebut, namun aktinng Alvin dalam film aini sangat kaku sehingga film ini terlihat sedikit gamblang ketika Alvin di haruskan untuk tegas kepada Inez. Alvin tidak bisa menunjukkannya tapi dia seperti orang bingung dan Alvin terlihat kaku ketika di hadapakan dengan teror setan wanita itu. Tapi dengan acting Inez, Bayu dan Amel yang sangat baik menyebabkan film ini sangat menarik untuk di tonton.
12.00 WIB, sekilas kalau kita melihat judulnya kita pasti akan berfikiran kalu film ini akna menggunakan waktu tengah malam. Tapi film ini tidak seperti apa yang kita fikirkan, waktu yang di gunakan antara siang malam sama-sama panjang dan setan selalu tampak setiap waktu sehingga para penonoton akan banyak di kejutkan oleh penampakan–penampakan yang tidak terduga.
Setiap sutradara film pasti menginginkan filmnya sukses begitupun dengan Candra Willim, dia juga mengharapkan film 12.00 am ini menuai sukses besar sehingga dia berusaha melakukan yang terbaik untuk film ini salah satunya dengan memermak setting film ini seapik mungkin yang terkesan film ini sangat horor. Pun menyebabkan film ini tidak cocok di tonton anak-anak dan para remaja yang tidak dewasa.
Para pecinta film khususnya pecinta horor kalau ingin tahu bagaimana jalan ceritanya 12.00 am buruan tonton film ini.
Oleh: Lutfiatun Hasanah
Kelas: XI IPS 1
Langganan:
Postingan (Atom)