Minggu, 09 Mei 2010

I’am Sorry, Mom!
Oleh: watiex @ yellow*


Masa lalu itu, membuatku terusir dari kehidupan mama, masa lalu yang merenggut nyawa kakakku, meninggalkan kenangan indah yang sekian tahun telah terajut di hati mama, membuat posisi kakak tak tergeser nol derajat pun dari hati mama. Senyum mama yang selalu merekah mendengar celoteh-celoteh kakak, mengisi hari-hariku. Setiap pagi ku melihat wajah mama berseri saat manyiram tanaman di halaman rumah. Setelah itu kakak datang langsung manghampiri mama dan langsung mencium kedua pipinya. Pada saat itulah mama tertawa. Yach semuanya berlangsung dalam kehidupanku dengan begitu cepat kini mama tak lagi rela menganggapku anak, mama marah padaku atas kematian kakak yang menurut mama adalah salahku.
Hari ini kucoba menata hatiku kembali, aku kan berusaha membujuk mama kembali untuk memaafkanku. Aku memasuki halaman rumah yang memang lumayan luas. Ku edarkan pandangan ke sekeliling rumah, yang telah lama aku tinggalkan. Mataku tertumbuk pda seseorang yang duduk bersandar di kursi menatap sebuah foto yang tak lain adalah foto kakak. Di sampingnya, bunga anggrek putih tumbuh. Tempat inilah yang menjadi kenangan indah bersama kakak. Ku hampiri mama dengan keberanian penuh. Tatapan matanya kosong, tubuhnya semakin kurus dan lingkaran hitam di matanya terlihat sangat jelas.
“ Ma…,”panggilku dengan suara yang terdengar kaku. Mama menoleh sekilas lalu memalingkan muka, aku terhenyak melihat ekspersinya.
“ Ma…Vallen minta maaf,” suaraku terdengar sedikit berharap. Aku bersimpuh di depan mama.
“Aku tak butuh maafmu, Pergi!” bentak mama.
“ Ma, kematian kakak bukan salahku, ini adalah garis hidup,” bantahku.
“ Tahu apa kau tentang garis hidup? Andai kau tak menyuruh Ravel waktu itu, tentu semua ini takkan pernah terjadi.”
“ Tapi ma…”
Plak!
Sebuah tamparan yang selalu ku hindari dari orang yang sangat berarti. Entah berubah warna apa pipiku, yang ku rasa hanya panas, perih di hati. Mama ynag senyumnya sangat berarti bagiku tak lagi mengharap kehadiranku.
“ Pergi!” teriak mama menodongku.
“ Baik ma, Vallen pergi. Sampaikan salam rinduku pada Nini,” ucapku akhirnya meninggalkan mama yang menatapku tajam. Ku lihat Nini adikku berlari kearahku namun di cegah oleh mama.
“ Kak, kak Vallen, Nini kangen, tunggu Nini kak!” teriaknya. Aku melangkah untuk menghampirinya, namun segera kuurungkan niat.dan ku percepat langkah meninggalkan rumah tiba-tiba seseorang menubrukku dari belakang, memeluk erat tubuhku, segera ku sadari seseorang itu adalah Nini dan ku berbalik melepasakan pelukannya.
“ Kak jangan tinggalin Nini, Nini ingin ikut kakak,” ucapnya dalm isak tangis.
“Jangan! Nini harus sama mama ya…”tangis Nini semakin keras dia menggeleng dan menggenggam kedua tanganku erat.
“ Nini masuk!” teriak mama dari kejauhan. Kurengkuh wajah Nini lalu menciun keningnya.
“ Nini, kamu sayang ma kakak kan?” tanyaku, Nini mengangguk. “ kalau Nini sayang kakak, sekarang Nini masuk ya…”ucapku menahan bendungan air mata yang mulai berdesak keluar.
“ Nggak mau, Nini mau sama kakak!” ucapnnya sembari menggenggam tanganku semakin erat.
“ Kakak sayang Nini, kakak nggak pergi jauh kok! Kakak tetap dekat di hati Nini,” ucapku akhirnya melepas genggaman tangan Nini, meningggalkannya. Kuharap ini bukan pertemuanku yang terakhir dengan mama dan Nini ,kulihat mama menggandeng Nini yang meronta, tangisnya semakin menjadi membuat hati ini semakin perih, bendungan air mata yang sedari tadi ku tahan kini jebol. Biarlah orang bilang aku cengeng. Aku takkan mempedulikan lagi apa kata mereka.
Yang ku inginkan sekarang hanyalah mama, kasih sayang mama, semua kebahagiaanku kembali, aku hanya ingin semuanya kembali lagi seperti dulu, meski tak ada lagi sosok kakak dalam hidupku.
Terus saja ku melangkah tanpa ku tahu kemana arah dan tujuanku. Dan tanpa kusadaripun tibi-tiba saja suara jeritan dan berbagai macam teriakan memekakkan telingaku. Setelah itu entah apa lagi yang terjadi aku tak bisa mengingatnya. Kini yang kurasakan hanya kebahagiaan. Tubuhku seakan melayang. Terbang jauh…entah kemana.

@@@

Nini dan mamanya spontan menoleh mendengar suara hantaman yang sangat keras, mereka berdua segera menghampiri kerumunan orang-orang. Serta merta tubuh mereka lemas seakan tak bertulang melihat sosok seorang laki-laki terbujur kaku dengan darah di sekelilingnya. Vallen. Yach…dia telah pergi meninggalkan penyesalan yang sangat dihati mamanya, meninggalkan kenangan indah di hati Nini. Yach tanpa sepengetahuan Vallen wanita yang sangat di cintainya terpekur di samping jasadnya menangisi dirinya, menangisi keeogisannya sebagai seorang ibu.
Maafkan atas salah yang telah ku perbuat mama…
Maafkan atas hadirku yang telah membuatmu menderita
Maafkanlah…
Satu pintaku ma…
Jangan kau hapus semua tentangku
Jangan kau lupakan aku di setiap serpihan doamu
Dan satu hal yang ku ingin katakan
Bahwa…
Aku mencintaimy lebih dari apapun di dunia ini
Aku mencintaimu dengan segala rasa yang bergejolak
Aku mencintaimu
Sekarang dan untuk selamanya

Guluk-guluk, 15 Maret 2010
*penulis adalah seorang yang selalu merindukan kehadiran mama
dan merupakan salah satu anggota club Sakura
RINDU YANG MEMBIRU
Oleh: lutfiyatun hasanah XI IPS I

Lagu hidup tercipta
Instrumen hidup mengalun lembut
Menghantarkan kisah pada klimaks kehidupan
Ada tatap mata bersinar, menyua
Ada bibir yang melengkung indah, menyapa
Semua itu rindu
Rindu yang membiru indah
Waktu seakan berhenti, namun tetap berlari
Pada sekon-sekon kehidupan tak hanya ada
Satu warna
Sketsa itu terkungkung dalam figura berbingkai
Emas permata
Semua itu rindu
Mengeja abjad-abjad hidup pada alfabet
Memburu bayang yang timbul tenggelam
Menderu nafas pada ruang tak berdimensi
Semua itu karena rindu
Rindu yang membiru indah

Kamis, 06 Mei 2010

MA 1 APi Galang Persatuan antar sekolah Olimpiade Matematika-Akuntansi Regional


Guluk-Guluk- Kamis (06/05) berlokasi di Aula MA 1 Annuqayah Putri Guluk-Guluk, pengurus OSIS MA 1 Annuqayah Putri 2010 mengadakan pembukaan Olimpiade Matematika-Akuntansi Regional Tingkat MA-MTs dan Sederajat tahun pelajaran 2010 yang dipandu langsung oleh Ustadz Muzayyin, S.Ag. mewakili Kepala Madrasah, K.H. Muhammad Muhsin Amir yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan, dengan mengikutsertakan beberapa sekolah di luar Annuqayah kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturrahim dan menjalin persatuan sesama lembaga pendidikan. Beliau menegaskan, dengan kegiatan regional ini dapat meningkatkan suportivitas siswa untuk menghadapi event-event sejenis lainnya. Menurut Ketua Panitia Siti Romlah Ahsan, kegiatan yang diprogram OSIS MA1API periode 2009-2010 ini baru pertama kali diadakan di MA 1 Annuqayah Putri dan Madrasah-Madrasah lain di Annuqayah, “kita berani menggagas kegiatan ini (Olimpiade Matematika-Akuntansi Regional Tingkat MA-MTs dan Sederajat,red.) tidak lain untuk menguji kemampuan siswa MA1API sendiri. Dan sebagai bentuk dari kesungguhan, kami merealisasikannya dalam “sajian” yang lebih berbeda dari tahun sebelumnya.”. Dia menjelaskan panitia mengundang beberapa
sekolah wilayah Kecamatan Ganding dan Lenteng seperti MA PP. Sabilul Huda (Gadu Barat), PP. Al-Amien Jambu, Madrasah Wilayah Kecamatan Bluto dan dari Annuqayah sendiri. “dari undangan yang kami sebar hanya beberapa Madrasah yang hadir” terangnya saat ditanya lebih lanjut oleh reporter.
Sedangkan penutupan yang juga sekaligus pengumuman pemenang Olimpiade tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Sabtu (08/05) malam yang dimeriahkan dengan pagelaran Pentas Seni siswa MA 1 Annuqayah Putri. Good Luck! (reporter)

Rabu, 05 Mei 2010

DUA SISWA LULUS BEASISWA SANTRI BERPRESTASI

Isu lolosnya salah satu siswa MA 1 Annuqayah putri dalam penerimaan Beasiswa Santri Berprestasi (BSP) pada bulan Pebruari kemarin nampaknya sedikit melenceng dari kabar awal. Nyatanya, Rabu (05/05) masyarakat MA1API mendapat informasi membanggakan seputar lulusnya dua siswa dalam pelaksanaan beasiswa program Departemen Agama dengan beberapa Universitas di luar Madura. Siswa berprestasi tersebut adalah, Kifayatul Aghniyah siswa Jurusan MAK dan Musyarrafah dari Jurusan IPS. Keduanya memlih Universitas dan Jurusan yang berbeda.
“yang jelas sekarang tidak ada yang bisa dibahasakan tentang pelulusan ini, mungkin ini yang dinamakan barokahnya para masyayikh Annuqayah” komentar Musyarrafah yang sengaja mengambil bidang studi Ekonomi dan pembangunan di Universitas Airlangga (UNAIR). Sama halnya dengan Kifayatul Aghniyah siswa kelas XII prog. Kegamaan kepada reporter Klik. Menurut pimpinan redaksi Kru Inspirasi tersebut, dia sangat surprise dan tentunya senang sekali ketika pihak TU menginformasikan kebenaran pelulusan beasiswa yang diikutinya beberapa minggu lalu, “walaupun ada sedikit rasa sedih” aku gadis kelahiran Desa Pananggungan tersebut. Dia melanjutkan kesedihan itu muncul saat mengingat dirinya akan berpisah dengan teman-temannya. “Tapi, ini kan resiko jalan yang saya ambil. Dan saya harus jalani ini dengan sabar” pungkas calon Mahasiswa Baru IAIN Sunan Ampel tersebut.
“Keduanya (Musyarrafah dan Kifayatul Aghniyah, red.) memang pantas mendapatkan beasiswa. Apalagi Musyarrafah berhasil menjebol UNAIR, saya salut” ungkap Lailalatul Mukarramah, XII IPS 1 yang juga salah satu peserta BSP. Dia melanjutkan, dengan berhasil meloloskan dua siswa peserta beasiswa rekomendasi tersebut, MA 1 Annuqayah putri kembali menunjukkan kualitas dan eksistensinya kepada masyarakat sebagai sekolah berkembang dan berwawasan ke depan khususnya kepada Universitas negeri.
Selain itu, nama akrab yang sama persis disandang kedua santri berprestasi tersebut menjadi sisi lain hal yang lucu dan unik yang kerapdiperbincangkan oleh teman-teman MA1API “kapan-kapan kalo’ aku punya anak mau dikasi’ nama Eva aja deh biar jadi anak pintar” cetus salah satu siswa kelas XII IPS. Ya ampun! (Reporter Inspirasi)

Sabtu, 01 Mei 2010

PEMANTAPAN ASWAJA

Membenahi sesuatu yang kita miliki, serta menata kembali tatanan aqidah yang dipercayai merupakan suatu pekerjaan mulia dan pantas untuk di acungi jempol. Seperti halnya kemaren sabtu 01 mei 2010 MA1An-nuqayah pi mengadakan acara pembekalan serta pemantapan ASWAJA dan ke An- nuqayah-an bagi siswi kelas akhir MA1An-nuqayah Pi tahun pelajaran 2009-2010 , yang bertempat di aula MA 1 A Pi. Acara pemantapan aswaja (AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH) ini dihadiri oleh sebagian masyayikh Annuqayah, Staf sekolah serta seluruh siswi kelas akhir MA 1 A Pi.
Acara ini belangsung selama 2 hari, mulai hari sabtu-ahad 02 mei 2010.Acara pemantapan aswaja ini merupakan acara perdana yang diadakan oleh MA 1 A Pi. “Pemantapan Aswaja ini,merupakan acara yang pertama kali diadakan,dan semoga acara mulia ini, bisa menjadikan kita sebagai penganut ajaran aswaja yang lebih mantap”ungkap beliau K.Muhsin Amir selaku kepala sekolah MA 1 A Pi ketika mengisi sambutan.
Pembukaan acara pemantapan acara Aswaja ini, dilaksanakan pada hari sabtu, jam 08.30 wib, yang diresmikan oleh K.H Ach.Basyir AS pengasuh pondok pesantren Annuqayah daerah Latee II. Acara ini,menghadirkan beberapa penyaji, yang salah satunya didatangkan dari kota surabaya Dr.H.Sahid HM,M Ag, dan juga dari STIK Annuqayah Guluk-guluk, Bapak Maimun S Ag, beserta penyaji lainnya

Senin, 19 April 2010

Trim's Ilah!

Oleh: Nafielafadmadza el-Hasby, Komunitas Penulis Pensil, XI MAK

Berjuta,
tertawa,
hiasi hati,
cemari jiwa.
Aku tahu semua sementara!

Senin, 12 April 2010

UN LOKAL

UN Telah terlewati , tapi berahirnya UN tak cukup membuat kakak kelas XII cukup lega. karena kini sedang berlangsung UN lokal. Materi yang diujikan adalah materi UN. Ujian lokal ini adalah salah satu upaya untuk mempertahankan kelulusan serta menyelamatkan mental siswa di MA 1 Annuqayah Putri. Karena UN—bukan UN lokal—hanya sebatas menjadi acuan kelulusan saja, berbeda dengan UN lokal. Karena standart kelulusan yang digunakan bukan standart nasional. Sehingga nilai kelulusan siswa, benar-benar lulus murni. Karena ditinjau dari berbagai aspek. Baik dari kemampuan atau pun tingkah laku. Meski nilai kelulusan pada UN lokal tidak berpengaruh terhadap standart kleulusan UN. Akan tetapi, siswa tetap merasa butuh persiapan ekstra karena hal itu dapat berimbas terhadap ijazah yang akan ditahan oleh pihak sekolah jika nilai mereka tidak mencapai standart kelulusan yang ditentukan oleh sekolah.
MA 1 Annuqayah Putri merupakan satu-satunya sekolah yang mengadakan UN lokal sebagai perbandingan dari nilai UN. Bagi mereka yang nilainya belum mencapai standart pada UN lokal, maka mereka (kelas XII, red) akan menjalani remedi, pembinaan khusus dan mengikuti ujian materi yang tidak lulus pada UN lokal mendatang. Dan ijazah mereka untuk sementara ditahan oleh pihak sekolah. Namun upaya sekolah untuk menyelamatkan mental siswa tidak sampai di situ. Karena beberapabulan mendatang, MA 1 Annuqayah Putri akan mengadakan pembekalan ASWAJA untuk kakak-kakak kelas XII serta pelatihan cara belajar-mengajar yang profesioanl bagi para guru (Quantum Teaching And Quantum Learning)
“Anggaran biaya yang digunakan untuk pelaksanaan UN lokal ini murni dari sekolah yang diperoleh dari bantuan pemerintah tanpa adanya pemungutan iuran dari siswa.” Tutur salah satu staf sekolah ketika diwawancarai oleh kru Klik tentang biaya yang digunakan untuk pelaksanaan UN lokal.