Selasa, 16 Maret 2010

SELAMAT TAHUN BARU

Tadi malam, kamis (17/12) MA 1 A pi mempunyai kegiatan kegamaan untuk menyambut tahun baru hijriah yang ke 1431 dengan dihadiri oleh semua siswa dan pihak madrasah tanpa ada peniupan terompet dan peluncuran kembang api. Diformat dalam bentuk ceremonial yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci al-quran, prakata panitia dan sambutan ketua Pengurus OSIS dan Kepala madrasah, K.H. Muhsin Amir. Sedangkan istighastah akbar sebagai acara inti, dipimpin oleh Ustadz Afif.
. Kepala Madrasah dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara keagamaan seperti ini sangat penting untuk dilaksanakan “ mari kita jadikan tahun baru kali ini bukan hanya sekedar hijrah tapi juga harus disertai keseriusan” tutur beliau. Menurut saudara Shatitin Nashihah selaku ketua panitia disela-sela kesibukannya mengontrol acara mengungkapkan, diadakannya acara peringatan ini selain berdasarkan kegiatan tahunan yang di program OSIS, juga tidak lain untuk mengajak teman-teman MA 1 A pi untuk bermuhasabah sekaligus mempererat tali siaturrahim antar masyarakat madrasah di tahun baru. Agar lebih semarak, panitia memfasilitasi para hadirin dengan pemutaran film. “ Bagian yang paling berkesan di acara ini pastilah saat istighasah ma nonton bareng !” komentar Mamduhah kelas XII IPS dengan semangat.
Selain memperingati terbitnya tahun baru, tadi malam juga diadakan pembukaan perayaan hari ibu sebagai hari besar nasional. Nah, untuk memeriahkan acara tersebut panitia mengadkan beberapa macam lomba seperti, lomba karya tulis dan keterampilan tangan untuk memacu kreativitas siswa. Wah, bakalan seru nih, Sukses ya!

Jumat, 05 Maret 2010

CM 2010 MUNCULKAN KANDIDAT BARU JUARA UMUM

MA1API program IPS menulis sejarah baru dalam ajang perlombaan kelas, CM (Class Meeting) 2010. Setelah delapan hari berjuang menyemarakkan event tahunan ini, panitia pelaksana menetapkan kelas XII IPS 1 sebagai juara umum lomba Class Meeting 2010.
Dengan Mereka mengakui kehebatan kelas XII IPS 1 awal perlombaan dimulai. Salah satu siswa kelas XI IPS –yang tidak mau disebutkan namanya- menyatakan hal demikian, menurutnya mereka (anak kelas XII IPS,red.) cocok menjadi juara umum. “anak-anak Peter (nama kelas XII IPS 1,red.) semuanya kompak dan semangat apalagi mereka pinter-pinter jadi ya.. aku dukung kalau mereka yang jadi juara!” komentar Khairun Nisa’, XII IPS 2. “yang pasti saya senang sekali perjuangan kami tidak sia-sia” aku Fitriyatul Hasanah, salah satu anggota Peter Class. ”Teman-teman XII IPS 1 jangan senang dulu. Jangan lupa, íni (sambil menunjuk piagam perhargaan) adalah amanah. Walaupun untuk mendapatkannya harus mati-matian tapi mau tidak mau mempertahankan apa yang telah didapat itu lebih sulit lagi”, ungkap Ketua Kelas XII IPS 1 Mamduhah Bakrie ditengah-tengah hebohnya anak-anak Peter Class menikmati kemenangan kepada reporter Klik.
Selain juara umum panitia juga memberikan penghargaan kepada kelas Terkompak selama pelaksanaan lomba yang jatuh pada kelas XII Program Keagamaan. “Itu hanyalah sebuah penghargaan panitia atas keaktifan dan sangat kompaknya mereka di perlombaan ini” jelas Lailatul Mukarramah Ketua Panitia CM 2010.

Sabtu, 27 Februari 2010

TRY OUT ENAM HARI TENGAH HARI

Beberapa siswa kelas XII menyatakan kurang siap menghadapi UN karena sama sekali tidak ada bimbingan belajar dari pihak sekolah saperti tahun sebelumnya, Bimsus salah satunya. Apalagi Try Out belum pernah dilaksanakan. “UN didepan mata tapi persiapan tak ada sama sekali” keluh salah satu siswa kelas XII IPS 3 di depan kelasnya. Nur Azizah misalnya, salah satu anggota Peter Class ini memberikan komentarnya tentang tidak adanya persiapan yang total dari siswa “teman-teman sepertinya tidak mempunyai inisiatif rajin belajar untuk UN”. Bukan hanya itu beberapa guru baik pemegang materi wajib UN atau mulok (muatan lokal) sering mengeluhkan “pemandangan” ini. Bagimana tidak, tiga minggu setelah hari ini Ujian Nasional segera digelar, dan toleransi alasan seperti demikian tidak dapat diajukan.
Menyikapi hal tersebut, pihak madrasah mulai mengambil inisiatif sendiri yang tentunya telah disepakati oleh semua staf guru atau minimal guru pemegang materi wajib. Try Out dilaksanakan pada siang hari sampai dengan sore hari dengan satu materi perharinya. Keputusan “agak” mendadak ini sedikit banyak menimbulkan dampak positif bagi siswa kelas akhir. Terlihat teman-teman kelas XII yang sibuk menyendiri dengan buku panduan UN-
UAS dan beberapa yang lainnya berkelompok mendiskusikan pembahsan soal. Pelaksanaan uji coba tak biasa ini sengaja diambil oleh pihak Madrasah dengan memperhatikan ketertinggalan siswa MA1API mengikuti tahap pra-UN selama enam hari tanpa meninggalkan proses penyampaian materi-materi lainnya. Alhasil, setiap sore sejak tanggal 21-26 Pebruari 2010 kemarin siswa kelas akhir MA1API disibukkan dengan kegiatan baru yang wajib diikuti siswa kelas akhir secara umum. Walaupun pelaksanaan uji coba kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, beberapa siswa mengakui keharusan yang sedikit terlambat ini.. “mau bagaimana lagi. Dibandingkan dengan sekolah lain di Annuqayah MA sudah tertinggal jauh. Ini resiko bersama, tapi sepertinya teman-teman kita mengerti keadaan mereka sendiri” jelas salah satu siswa kelas XII IPS 4 yang tidak mau disebutkan namanya.

Senin, 22 Februari 2010

Kengerian yang Ditunggu-tunggu

Melihat fenomena diatas, diam-diam para siswa kelas akhir menunggu hari pelaksanaan UN. Bagaimana tidak, meskipun menjadi momok baik dalam kacamata pendidikan maupun psikologi siswa, UN secara tidak langsung menjadi satu-satunya “jembatan gantung” bagi siswa kelas akhir untuk mengetahui dan merasakan jenjang pendidikan berikutnya, Universitas. Beberapa siswa mengaku tak sabar untuk segera merasakan bangku kuliah seperti kakak tingkat. Terlebih bagi teman-teman yang sudah mempunyai ancanga-ancang untuk menetapkan pilihan kuliah dikota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan Jogja. Apalagi program beasiswa sudah terlihat di depan hidung (duh banyak yang pada gak sabar tuh). Tapi, kembali lagi keawal semuanya membutuhkan proses agar hasil yang didapat tidak sia-sia. Nah, untuk anak XII proses kita masih panjang sebelum memasuki halaman universitas. So, belajar dong dan tetap semangat! Beri teman disekeliling kalian pengaruh sisi belajar rajinmu dan jangan biarkan rasa malas menjadi di bulan Maret! Dan untuk anak kelas X dan XI doa kalian berperan penting. Dijamin, kalian pasti dapat voucher liburan sekolah selama seminggu! (reporter)

Menjelang Empat Minggu UN: Siswa Rayakan Santai Bersama

“UN hampir, gimana persiapannya?”
“Duuh.. Ibu, gak siap buu….”
“Iya Pak, doakan lulus saja kami pasti belajar Pak!.......”
Memasuki semester dua teman-teman kelas XII MA1API kembali diguncangkan dengan persiapan pra-UN. Apalagi para dewan guru kembali memberikan peringatan-peringatan yang sepertinya menjelma menjadi “ultimatum perang” dalam dunia pendidikan. Alhasil, gencatan saja ala UN segera dipersiapkan dengan mengadakan latihan-latihan selama tujuh minggu kedepan bagi siswa yang kita kenal dengan BimSus (Bimbingan Khusus) dan rapat penyusunan taktik para dewan guru pemegang materi yang akan diUN-kan (bahasanya nyeremin!). Rencananya, bimbingan belajar ini akan dibimbing langsung oleh guru mapel sendiri plus dari tiga angkatan (X, XI, XII). Hal tersebut diungkapkan Ustadz Afif Riyadi, Wakamad. Bag. Kurikulum dan Pengajaran dengan tujuan agar siswa bisa memahami dan sedikit banyak menguasai terhadap materi yang akan diujikan dengan mengacu pada SKL (Standar Kelulusan).
Tanpa terasa, UN hanya tinggal menghitung minggu (yang menghitung bulan jangan protes!). Itu agendanya kenyataannya, teman-teman kelas akhir terlihat santai dan seperti tidak akan terjadi apa-apa beberapa minggu kedepan padahal mayoritas siswa mengaku sangat takut dengan adanya UN (jadi momok nih). Pemandangan ironis tersebut diakui oleh salah satu siswa kelas XII IPS –tidak mau disebutkan namanya
Kayaknya sejarah UN yang seram tidak berlaku tuh sama teman-teman”. “Gak tau kenapa aku merasa UN masih lama padahal tinggal hitungan minggu!” akunya pada reporter Klik. Demikian juga dengan Ustad Afif, beliau menyatakan kekegelisahannya kepada para siswa akan keberhasilan kelas XII membuat rekor “tersantai” menyambut pra UN. Sedemikiankah?! (ar/y2)

Sabtu, 23 Januari 2010

Nilai Minus Disiplin Siswa Di Hari Pertama Sekolah

Apel yang berlangsung tertib dan nyaman ini harus terganggu dengan insiden tak biasa dan sedikit banyak membuat beberapa pengurus OSIS dan masyarakat MA1API mengerutkan kening. Lebih dari lima puluh siswa terlambat mengikuti apel mingguan, angka korban hari pertama sekolah yang tragis. Setelah barisan apel bubar, siswa yang terlambat langsung mendapat konsekwensi dari Wakamad. Bid. Kurikulum, M. Afif Riyadi, menunggu Wakamad. Bid. Kesiswaan dalam keadaan berdiri dan menghadap kearah matahari yang lagi panas-panasnya. Alhasil, pemandangan jejeran seragam batik menghiasi halaman pagi yang cerah. “Mayoritas dari mereka mengaku terlambat karena antre mandi dan tidak tahu kalo’ ada apel, mbak” ujar Maghfirah koordinator pengurus OSIS bidang keamanan dan ketertiban. Khalifatus Sa’adah juga mengiyakan hal tersebut “sebenarnya saya gak tahu mbak kalo’ sekarang lagi apel” akunya.. “ini baru pertama kalinya aku terlambat apel, kemarin-kemarinnya gak. Ya udah kapok sekali ini saja” terang Fitri Nur Indah Pratiwi, anak kelas XII IPS 2 dengan sewot. “Jadi ya.. ini resikonya terlambat” komentar salah satu murid yang juga terlambat, anak kelas XI Keagamaan pada reporter. Beberapa siswa lainnya juga menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya apel dan tidak adanya pemberitahuan dari pihak OSIS. Waduh, gimana nih rekor terlambat terbanyak ada di awal tapel!(reporter).

Spesifikasi MAPEL, Tentu Lebih Baik

Sabtu, (23/01) setelah dua hari pasca ulangan semester, siswa MA harus kembali beraktifitas sebagaimana mestinya. Apel pagipun langsung menjadi agenda pertama. Apel minggu siswa MA dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, hal yang sangat langka terjadi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa terobosan penting dalam mensukseskan model pembelajaran yang lebih spesifik dan bernilai plus “cobalah anak-anakku ini mengambil satu saja materi yang paling disenangi dan ingin disenangi. Dalami itu saja dulu pasti nanti setelah lulus kalian akan mendapatkan hasilnya”. Beliau juga menganjurkan untuk membuat kelompok belajar (study club) dengan memilih materi tertentu langsung dikoordinir oleh ketua kelompok yang berminat di materi tersebut. Atau kalau kalian butuh pembimbing, kami akan bantu merekomendasikannya dengan pihak terkait dan akan dirembukkan dengan para pimpinan Madrasah, lanjut beliau.
Mayoritas siswa nampaknya sangat setuju dengan system pendidikan seperti itu. Terlihat dari komentar siswa-yang tidak mau disebutkan namanya-“betul itu materi jurusan IPS terlalu banyak jadinya ngambang kayaknya gak semua materi akan dikuasai oleh satu murid!”. “mapel IPS yang melebihi standar terlalu menekan prose pembelajaran siswa jadinya ya gitu, hasilnya gak jelas” komentar Indah Nur Lailiyah, XII IPS 2. (reporter inspirasi)