Senin, 22 Februari 2010

Kengerian yang Ditunggu-tunggu

Melihat fenomena diatas, diam-diam para siswa kelas akhir menunggu hari pelaksanaan UN. Bagaimana tidak, meskipun menjadi momok baik dalam kacamata pendidikan maupun psikologi siswa, UN secara tidak langsung menjadi satu-satunya “jembatan gantung” bagi siswa kelas akhir untuk mengetahui dan merasakan jenjang pendidikan berikutnya, Universitas. Beberapa siswa mengaku tak sabar untuk segera merasakan bangku kuliah seperti kakak tingkat. Terlebih bagi teman-teman yang sudah mempunyai ancanga-ancang untuk menetapkan pilihan kuliah dikota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan Jogja. Apalagi program beasiswa sudah terlihat di depan hidung (duh banyak yang pada gak sabar tuh). Tapi, kembali lagi keawal semuanya membutuhkan proses agar hasil yang didapat tidak sia-sia. Nah, untuk anak XII proses kita masih panjang sebelum memasuki halaman universitas. So, belajar dong dan tetap semangat! Beri teman disekeliling kalian pengaruh sisi belajar rajinmu dan jangan biarkan rasa malas menjadi di bulan Maret! Dan untuk anak kelas X dan XI doa kalian berperan penting. Dijamin, kalian pasti dapat voucher liburan sekolah selama seminggu! (reporter)

Menjelang Empat Minggu UN: Siswa Rayakan Santai Bersama

“UN hampir, gimana persiapannya?”
“Duuh.. Ibu, gak siap buu….”
“Iya Pak, doakan lulus saja kami pasti belajar Pak!.......”
Memasuki semester dua teman-teman kelas XII MA1API kembali diguncangkan dengan persiapan pra-UN. Apalagi para dewan guru kembali memberikan peringatan-peringatan yang sepertinya menjelma menjadi “ultimatum perang” dalam dunia pendidikan. Alhasil, gencatan saja ala UN segera dipersiapkan dengan mengadakan latihan-latihan selama tujuh minggu kedepan bagi siswa yang kita kenal dengan BimSus (Bimbingan Khusus) dan rapat penyusunan taktik para dewan guru pemegang materi yang akan diUN-kan (bahasanya nyeremin!). Rencananya, bimbingan belajar ini akan dibimbing langsung oleh guru mapel sendiri plus dari tiga angkatan (X, XI, XII). Hal tersebut diungkapkan Ustadz Afif Riyadi, Wakamad. Bag. Kurikulum dan Pengajaran dengan tujuan agar siswa bisa memahami dan sedikit banyak menguasai terhadap materi yang akan diujikan dengan mengacu pada SKL (Standar Kelulusan).
Tanpa terasa, UN hanya tinggal menghitung minggu (yang menghitung bulan jangan protes!). Itu agendanya kenyataannya, teman-teman kelas akhir terlihat santai dan seperti tidak akan terjadi apa-apa beberapa minggu kedepan padahal mayoritas siswa mengaku sangat takut dengan adanya UN (jadi momok nih). Pemandangan ironis tersebut diakui oleh salah satu siswa kelas XII IPS –tidak mau disebutkan namanya
Kayaknya sejarah UN yang seram tidak berlaku tuh sama teman-teman”. “Gak tau kenapa aku merasa UN masih lama padahal tinggal hitungan minggu!” akunya pada reporter Klik. Demikian juga dengan Ustad Afif, beliau menyatakan kekegelisahannya kepada para siswa akan keberhasilan kelas XII membuat rekor “tersantai” menyambut pra UN. Sedemikiankah?! (ar/y2)

Sabtu, 23 Januari 2010

Nilai Minus Disiplin Siswa Di Hari Pertama Sekolah

Apel yang berlangsung tertib dan nyaman ini harus terganggu dengan insiden tak biasa dan sedikit banyak membuat beberapa pengurus OSIS dan masyarakat MA1API mengerutkan kening. Lebih dari lima puluh siswa terlambat mengikuti apel mingguan, angka korban hari pertama sekolah yang tragis. Setelah barisan apel bubar, siswa yang terlambat langsung mendapat konsekwensi dari Wakamad. Bid. Kurikulum, M. Afif Riyadi, menunggu Wakamad. Bid. Kesiswaan dalam keadaan berdiri dan menghadap kearah matahari yang lagi panas-panasnya. Alhasil, pemandangan jejeran seragam batik menghiasi halaman pagi yang cerah. “Mayoritas dari mereka mengaku terlambat karena antre mandi dan tidak tahu kalo’ ada apel, mbak” ujar Maghfirah koordinator pengurus OSIS bidang keamanan dan ketertiban. Khalifatus Sa’adah juga mengiyakan hal tersebut “sebenarnya saya gak tahu mbak kalo’ sekarang lagi apel” akunya.. “ini baru pertama kalinya aku terlambat apel, kemarin-kemarinnya gak. Ya udah kapok sekali ini saja” terang Fitri Nur Indah Pratiwi, anak kelas XII IPS 2 dengan sewot. “Jadi ya.. ini resikonya terlambat” komentar salah satu murid yang juga terlambat, anak kelas XI Keagamaan pada reporter. Beberapa siswa lainnya juga menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya apel dan tidak adanya pemberitahuan dari pihak OSIS. Waduh, gimana nih rekor terlambat terbanyak ada di awal tapel!(reporter).

Spesifikasi MAPEL, Tentu Lebih Baik

Sabtu, (23/01) setelah dua hari pasca ulangan semester, siswa MA harus kembali beraktifitas sebagaimana mestinya. Apel pagipun langsung menjadi agenda pertama. Apel minggu siswa MA dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, hal yang sangat langka terjadi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa terobosan penting dalam mensukseskan model pembelajaran yang lebih spesifik dan bernilai plus “cobalah anak-anakku ini mengambil satu saja materi yang paling disenangi dan ingin disenangi. Dalami itu saja dulu pasti nanti setelah lulus kalian akan mendapatkan hasilnya”. Beliau juga menganjurkan untuk membuat kelompok belajar (study club) dengan memilih materi tertentu langsung dikoordinir oleh ketua kelompok yang berminat di materi tersebut. Atau kalau kalian butuh pembimbing, kami akan bantu merekomendasikannya dengan pihak terkait dan akan dirembukkan dengan para pimpinan Madrasah, lanjut beliau.
Mayoritas siswa nampaknya sangat setuju dengan system pendidikan seperti itu. Terlihat dari komentar siswa-yang tidak mau disebutkan namanya-“betul itu materi jurusan IPS terlalu banyak jadinya ngambang kayaknya gak semua materi akan dikuasai oleh satu murid!”. “mapel IPS yang melebihi standar terlalu menekan prose pembelajaran siswa jadinya ya gitu, hasilnya gak jelas” komentar Indah Nur Lailiyah, XII IPS 2. (reporter inspirasi)

Minggu, 10 Januari 2010

SEMESTER GASAL TAHUN INI, DO THE BEST!

Pada tanggal11 Januari 2010, hari Senin besok teman-teman seluruh MA bahkan bukan cuma itu, mahasiswa STIKA juga resmi melaksanakan ujian semester gasal atau mid-semester. Nah, berhubungan dengan itu hari ini MA menonaktifkan seluruh kegiatan belajar mengajar. Pengurus OSIS juga tidak mau kalah tuh, mereka juga menonaktifkan seluruh kegiatan ekstrakuriluler yang dilaksanakan disore hari.
Ulangan bersama semester gasal ini tidak jauh berbeda dengan tahun pelajaran kemarin. Menurut Ketua pelaksana, Bapak Muzayyin Wakamad. Bag. Kesiswaan pihaknya banyak melakukan perbaikan-perbaikan seperti, mengganti ketebalan kertas ditimbang dengan tahun kemarin dan memformat peserta semester menjadi dua jadwal;pagi dan siang. Bagi siswa kelas XI dan XII, ujian dilaksanakan diwaktu pagi sedangkan bagi kelas X mendapat bagian jadwal sore. Bisa dimaklumi, perbandingan jumlah kelas yang ada di MA1 dengan volume siswa kurang sesuai. Apalagi beberapa ruang kelas masih dalam tahap renovasi.
Perbedaan jadwal seperti ini mendapat bermacam respon baik itu dari dalam maupun luar lingkuangan MA1API sendiri. Beberapa siswa menyatakan kurang setuju dengan alasan menjawab soal semester pada waktu siang sangatlah tidak baik dan bisa saja siswa yang mengikuti ujian di jam ini kurang konsen dan bisa juga mengantuk. Lain halnya dengan salah satu siswa kelas X yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan “malah enak tuh kita bisa punya jam belajar lebih”. Ya, kalau gitu tak apalah asakan kita bisa menjawab soal-soal dengan benar. Masalah perbedaan jadwal tidak usah dipikirkan yang penting spirit menyambut ulangan semester masih full dan yakinlah kita pasti bisa!.(reporter)

Minggu, 03 Januari 2010

RASA YANG HILANG

Angin bertiup kencang
Memuntahkan kehangatan
Dalam sudut malam
Denga pedang-pedang kedinginan
Yang menusuk kulit
Hingga tulang rusuk
Dalam tubuhku
Kilat menyambar
Mata langit
Melelhkan butiran-butiran
Air matanya yang membasahi kulit cokelat berpori-pori(WARDA, XI IPS 1)

HIMPITAN WAKTU

Oleh: Warda Az-zahra, XI IPS 1

Mulutku kelu
Lidahku kaku
Hendak hati mengucapkan sesuatu
Tapi apalah daya, aku tak tahu
Tempat dan waktu adalah penghalang untuk mengucapkan semua itu
Padahal…
I just wanna say
Happy birthday to you