Kamis, 31 Desember 2009

Teka-teki Hati

Oleh: Lil@, XII IPS 4

Apa yang dia nanti dari dalam diri?
Datang dan pergi
Silih berganti
Buat ku tak mengerti
Buat ku tak percaya diri
Aku sedih
Aku sepi
Karena adam dapat bingungkan hati
Datang dan pergi tak pasti
Hanya untuk permainkan hati
Hanya untuk hianati
Sang “Dewi”

Pedihnya Sebuah Perpisahan

Oleh: Heril, XII IPS 4

Di saat detik akhir dari perjalanan putaran sang waktu
Tanpa terasa aku telah terdampar
Di lembah nan penuh naifnya sebuah kesepian
Aku termenung di atas kerinduan
Terbuai harapan tuk kembali brecengkrama
Serta berbagi rasa dalam indahnya panorama bahagia
Spertia saat bersama di bilik Annuqayah
Aku hanya diam membisu
Tanpa sebait kata yang dapat terungkap
Dari rangkaian sebuah kalimat perpisahan

Menunggu

Oleh: M. Noer Hayanie Hs., XII IPS 4

Biarkan aku berkelana
Mencari seuak rasa
Pada episode yang telah lalu
Sudah satu jam aku menunggu
Di stasiun keabadian
Namun bayangmu tetap maya
Maya dan tampak suram
Aku mengharapmu di rangkaian rel kesetiaan
Namun rel itu tampak karat
Pada sosok hadirmu
Yang mungkin telah sirna

Ku Kenang Titik Juangnya

Oleh: Wiwiek “Pearl Oyster”, XII IPS 1

Menggaung di segala penjuru
Teriakan pedang dengan lompat kuda begitu bambu
Dengan sangar menusuk-nusuk
Tumpah darah dahsyat !
Darah manis sang mujahid
Saat mereka sibuk dengan tumpas, peluhnya
Kemilau pedang api yang menancap
Runtuh sembarang pedang
Senyap…
Jatuh semua mata monoton
Menyaksikan tebran cinta Tuhan
Pada hembus akhirnya
HAMZAY…..
Ku kenang juangmu dengan tinta emasku.

Desahmu Bisuku

Oleh: Willy Love”Pearl Oyster Class”, XII IPS 1

Seandainya ku bisa
Ingin sekali ku dirikan istana untukmu
Istana cinta-Nya
Istana kasih-Nya dan bergam istana yang kau inginkan
Tapi hina dalah aku
Lemah
Karenanya ku hanya bisu dio kesenyapanmu
Ku hanya diam di hadapan malam-Nya
Menabur mutiaraku untukmu;mutiara bening teroles tasbihnya
Seandainya ku mampu
Ku putar kembali rekaman perjalananmu
Lalu…….
Ku lantangkan suaraku
Hadirmu adalah ada
Nyata dan pasti
Tapi desahmu tak lagi berbisik
Semua membuatku sesak

Sound Akbar Tak Terdengar

Oleh: Safaraini

Di ujung senja merah
Saat syair-syair akbar melantang
Di penjuru dunia
Merdu tak terdengar
Semua itu ikut berceloteh seolah tak peduli
Menyanyi, berdendang KARDIMAN
Sibuk dengan lakon mereka
Nikmat-Nya diberi
Syukurmu kau simpan dengan keegoanmu
Yang melambung di atas awang-awang kehinaan
Jauh kau jauh
Aku jijik melihatmu
Pergi jauh, pergi kau!
Renungkan kesalahanmu!

Adakah Akhir Cinta

Oleh: Cintanya A_07

Bila dunia menjadi buta
Mampukah aku berjalan pada kebenaran?
Bila dunia ini tak mengenal apa tujuan hidup
Mampukah aku bertahan?
Sementara seorangpun tahu tujuan hidup mereka
Jika manusia tak mengenal apa itu kiamat
Mungkinkah ia akan datang?

Sementara manusia-manusia itu tak tahu apa itu kiamat
Adakah akhir dunia?
Jika manusia tak lagi percaya kan datangnya?
Adakah akhir dunia?
Jika manusia tak ingat akan sang pencipta
Mungkinkah kiamat akan datang?
Sementara mereka tak mengerti mengapa dunia diciptakan?