oleh: Zhie al-gility, XII IPS 1
Meditasi (dzikir) dalam pemikiran Dhyana (zen) merupakan aktifitas perenungan mendalam terhadap suatu tujuan. Aktifitas ini merupakan usaha antara yang membawa kesadaran nenuju semedi, yaitu terserapnya kesadran diri sebagai kesadaran terbatas ke dalam kesadaran Tuhan yang meliputi kesadaran semesta yang tak terbatas. Dalam Islam, meditasi yang paling kuat adalah pada apek tuma’ninah.
Meditasi adalah salah satu cara untuk mencapai ketengan jiwa. Setiap manusia akan menghadapi masalah dalam hidup, kecenderungan mereka mereka mencari cara untuk mencapai relaksasi pikiran, supaya apa yang aka dirasakan dan yang akan dijalankan sinergi dengan alam.
Meditasi sebaiknya dilakukan pada malam hari. Konsentrasi dan penyatuan jiwa dengan Tuhan bagi pemula, meditasi dianggap sulit. Semakin seseorang rutin melakukan meditasi, kemungkinan besar mereka akan menjadi orang yangs sukses. Ketika kita meditasi pada sesuatu yang tidak kentara yaitu Tuhan, kita akan menghilangkan kekotoran kita dan mendapatkan kehalusan-Nya. Dengan demikian kita dapat menjadi satu dengan DIA. Sehingga tujuan tertinggi dalam kehidupan memungkinkan untuk dicapai. Dan semua ini hanyalah dapat diperoloeh dengan istiqamah.
PENTINGNYA PERANA HATI
“Hati” adalah ladang atas perbuatan-perbuatan yang timbul dari pikiran. Kalau hati tidak murni, pikiran juga tdak akan murni sebaliknya kalau hati bersih yang ditimbulkan oleh samskara, pikiran menjadi bersih, halus, jernih seperti kristal dan sejalan dengan Tuhan, memperoleh kekuatan yang berasal dari Tuhan yang ada di dalam hati.
Semua agaama dan tradisi berkata bahwa Tuhan “bertempat tinggal” di dalam hati manusia. Oleh karena itu DIA harus dapat dirasakan di dalam hati. Lebih jauh, besarnya kecintaan selalu dihubungkan dengan hati, jadi melalui meditasi dapat membangkitkan cinta terpendam kita untuk Tuhan dan mempercepat kita menuju tujuan. Pada akhirnya cinta itu sendiri yang akan memenangkan DIA.
Kita harus benar-benar mengerti dan menyadari bahwa meditasi bukanlah sesuatu yang membosankan dan rutinitas belaka seperti sebuah mesin, tapi sesuatu yang menimbulkan kecintaan terhadap Tuhan. Kita melakukan meditasi pada hati (inti kehanan bagi kita), hidup di dalam hati dan bertindak melalui hati. Ini akan menimbulkan penyesuaian diri yang sempurna dari segi kemanusiaan dengan dasar ketuhanan dalam kehidupan kita
Rabu, 09 Desember 2009
Selasa, 08 Desember 2009
Kisahku Bersama-MU
Oleh: Zhie Al-gility, XII IPS 1
Rabbi…..
Ku dekap dikau
Dengan segenap cintaku
Ku buka jendela jiwa
Ku titih setiap langkah
Ku ketuk pintu nafs
Dengan rangkaian asma-Mu
Bismillah…
Ku awali kisahku
Dengan harapan ridha-Mu
Bismillah……
Semoga kisahku
Tak membuat-Mu berpaling dariku
Ku masih berharap Kau masih mendekapku
Menemani setiap langkah dalam kisahku
Rabbi…..
Ku dekap dikau
Dengan segenap cintaku
Ku buka jendela jiwa
Ku titih setiap langkah
Ku ketuk pintu nafs
Dengan rangkaian asma-Mu
Bismillah…
Ku awali kisahku
Dengan harapan ridha-Mu
Bismillah……
Semoga kisahku
Tak membuat-Mu berpaling dariku
Ku masih berharap Kau masih mendekapku
Menemani setiap langkah dalam kisahku
Senin, 07 Desember 2009
Kesadaranku
Oleh: Siti Jumalia
XII IPS 4
Seiring kehidupan masa lalu
Senyuman kedamaian putihmu
Telah menjadi kegelapan
Kau pergi ke dunia lain
Kenapa kautak temani sepiku
Sadar
Aku harus sadar
Tapi aku menganggapmu
Masih mengisi hari-hariku
Sadar
Aku harus sadar
Aku telah menaburi
Bunga suciku di ketenanganmu
Aku bersimpuh lemah di pangkuan-Nya
Aku telah sadar
Duniaku kita telah berbeda
XII IPS 4
Seiring kehidupan masa lalu
Senyuman kedamaian putihmu
Telah menjadi kegelapan
Kau pergi ke dunia lain
Kenapa kautak temani sepiku
Sadar
Aku harus sadar
Tapi aku menganggapmu
Masih mengisi hari-hariku
Sadar
Aku harus sadar
Aku telah menaburi
Bunga suciku di ketenanganmu
Aku bersimpuh lemah di pangkuan-Nya
Aku telah sadar
Duniaku kita telah berbeda
Diammu
Oleh: D@a@
XII IPS I
Dari detik ke detik
Ku selalu bertaNya
Mengapa sikapmu berubah?
Semakin ku tak mengerti
Tentang perubahan yang kau tampakkan padaku
Aku tak mengerti maksud diammu
Diammu membuat beribu tanda taNya dalam hidupku
XII IPS I
Dari detik ke detik
Ku selalu bertaNya
Mengapa sikapmu berubah?
Semakin ku tak mengerti
Tentang perubahan yang kau tampakkan padaku
Aku tak mengerti maksud diammu
Diammu membuat beribu tanda taNya dalam hidupku
Is or Was!
oleh: Mam_Chineese, XII IPS 1
Berawal dari kegelisahan hatiku di sepertiga malam. Aku tak pernah tahu apa itu rasa. Apa aku yang terlalu naif memahami setiap getaran hatinya? Entahlah, seingatku dia berharga. Dia sahabat kecilku dan dia juga bagian dari masa laluku. Ketika ku terluka dia datang dengan penuh tawa, dia mampu menggantikan sosok kakak yang sangat aku impikan.
Tak sengaja aku baca kertas putih itu, antologi cerpen anak sanggar yang kini dia geluti. Air mataku jatuh, mengalir di setiap lekukan wajahku. Aku berusaha memahami perasaannya. Akulah yang salah dari persahabatan ini. Seharusnya aku sadar atas semuanya, seharusnya aku tidak membiarkan rasa itu ada. Aku tak pernah tahu dan bahkan aku tak sadar.
Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar untuk mengerti seorang sahabat, tapi kenapa aku tak pernah tahu tulisan itu. Aku tidak mau menggubris hal itu terlalu dalam. Jika aku yang dia maksud dalam kisah itu, ku hanya bisa berkata,”maafkan aku, mungkin kita bukan sahabat. Aku tak akan marah tentang rasa itu, tapi aku butuh waktu untuk melupakanmu, pun dengan semua yang pernah kita jalani.” Aku harus bisa melupakannya, melupakan vando dan cincin itu. Karena sebenarnya akulah yang terlalu berharap akan hadirnya seorang saudara yang slalu mengerti aku. Mungkin aku terlalu manja untuk semuanya, tapi aku benar-benar merasa sepi, hidup dalam kesibukan kedua orang tuaku. Ok! Beliau sayang aku, tapi ini beda. Kenapa harus dia dan karya itu Tuhan?.
Sepuluh tahun yang lalu, dia pakaikan vando terbuat dari bunga ladang untukku. namun akhirnya kita harus terpisah, karena asa kita berbeda. Enam tahun lalu aku bingkis cincin itu untuknya, untuk mengikat persahabatan dan janji seorang sahabat. Kini, aku enam tahun tidak bersamanya, namun dia tak pernah berubah dalam persahabatan ini. Dia tetaplah sahabat kecilku. Itulah yang buatku sedih, menangis dan kecewa, kenapa ditengah kerenggangan persahabatan ini, kisah itu ada.
Aku fikir ini hanya sebentar, tapi sekarang aku ikhlas untuk selamanya.Mungkin aku memang serpihan masa lalunya, karena itu izinkan aku barkata”maafkan aku atas semuanya, jaga dirimu baik-baik. Lupakan kata indah yang sempat menjadi simbol persahabatan kita! “Is or was? You are is the best friend”. Makasih atas hitam dalam putihmu”.
Munkin dia benar, aku menyayanginya bukan dasar merah jambu, karena memilihnya adalah sahabat yang abadi, yang kemudian aku merasa dia saudaraku.
Tak ada yang bisa membaca jiwa seseorang. Ketika dituangkan dalam karya, orang lain akan berbeda dalam mengartikan kata demi kata. Aku hanya bisa berbisik karena aku tak mampu melukiskan semuanya “jangan kau rangkul aku dengan puisi dan kisah-kisahmu, karena sebenarnya kau tak pernah berfikir tentang apa yang sedang kamu tulis, siapa dan bagaimana prasaannya?”. Aku kecewa dan pada akhirnya luka itu akan slalu membekas.
Seandainya mata itu slalu melihat, telinga slalu mendengar dan hati slalu punya prasaan, semuanya tak akan seperti ini. Mungkin dia lupa bagaimana aku mempertarukan kebaikannya didepan orang tuaku. Tapi sekarang semuanya sirna, dialah yang memadamkan persahabatan ini dengan sendirinya. Aku tak punya hak untuk semuanya.Biarlah waktu yang bicara.
Mungkin dia fikir menjadi seniman itu mudah, menjadi terkenal dan mengerti orang lain itu gampang, sampai akhirnya aku muak dengan semuanya. Aku tau usaha itu sembilan puluh persen jadi nyata, tapi seingatku aku tak pernah punya sahabat yang “bodoh”. Ini satu kali dalam sejarah.
Aku tak pernah berfikir akan meningglkannya, meninggalkan sahabat, saudara yang sangat aku abadikan namanya, tapi sekarang aku merasa harus meninggalakannya. Kita sama-sama punya pilihan dan berhak memilih.Pilihanku adalah menjauh darinya.Sebelum matahari terbit, setelah senja kembali kembali menghilang, aku ikhlas dengan semua yang telah terjadi, meskipun aku tau itu menyakitkan untukku.Tapi aku tak ingin persahabatan ini menjadi terkotori dengan rasa yang tak pernah dia inginkan sebelumnya.Tak ada yang salah, apa lagi rasa yang sudah terlanjur ada untukku, hanya saja aku tak pernah inginkan semuanya terjadi. Kejadiannya begitu cepat, aku masih belum siap untuk semuanya, tapi ini nyata. Sudahlah mungkin persahabatan ini hanya sampai disini.
“Sebelum gerimis turun, sebelum mentari kembali menyaksikan isakanku,permintaanku hanya satu, Pergilah! Jauhi aku, Jauhi aku untuk semuanya, atau aku yang akan pergi?”
Pada akhirnya, aku hanya punya satu kenangan dan sejarah. Aku tak mungkin miliki semua tentang sahabat apalagi saudara, tapi aku punya sejarah yang tak dimiliki kebanyakan orang. Dan akhirnya persahabatan ini berakhir. Disini 18 Nopember 2009.
Berawal dari kegelisahan hatiku di sepertiga malam. Aku tak pernah tahu apa itu rasa. Apa aku yang terlalu naif memahami setiap getaran hatinya? Entahlah, seingatku dia berharga. Dia sahabat kecilku dan dia juga bagian dari masa laluku. Ketika ku terluka dia datang dengan penuh tawa, dia mampu menggantikan sosok kakak yang sangat aku impikan.
Tak sengaja aku baca kertas putih itu, antologi cerpen anak sanggar yang kini dia geluti. Air mataku jatuh, mengalir di setiap lekukan wajahku. Aku berusaha memahami perasaannya. Akulah yang salah dari persahabatan ini. Seharusnya aku sadar atas semuanya, seharusnya aku tidak membiarkan rasa itu ada. Aku tak pernah tahu dan bahkan aku tak sadar.
Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar untuk mengerti seorang sahabat, tapi kenapa aku tak pernah tahu tulisan itu. Aku tidak mau menggubris hal itu terlalu dalam. Jika aku yang dia maksud dalam kisah itu, ku hanya bisa berkata,”maafkan aku, mungkin kita bukan sahabat. Aku tak akan marah tentang rasa itu, tapi aku butuh waktu untuk melupakanmu, pun dengan semua yang pernah kita jalani.” Aku harus bisa melupakannya, melupakan vando dan cincin itu. Karena sebenarnya akulah yang terlalu berharap akan hadirnya seorang saudara yang slalu mengerti aku. Mungkin aku terlalu manja untuk semuanya, tapi aku benar-benar merasa sepi, hidup dalam kesibukan kedua orang tuaku. Ok! Beliau sayang aku, tapi ini beda. Kenapa harus dia dan karya itu Tuhan?.
Sepuluh tahun yang lalu, dia pakaikan vando terbuat dari bunga ladang untukku. namun akhirnya kita harus terpisah, karena asa kita berbeda. Enam tahun lalu aku bingkis cincin itu untuknya, untuk mengikat persahabatan dan janji seorang sahabat. Kini, aku enam tahun tidak bersamanya, namun dia tak pernah berubah dalam persahabatan ini. Dia tetaplah sahabat kecilku. Itulah yang buatku sedih, menangis dan kecewa, kenapa ditengah kerenggangan persahabatan ini, kisah itu ada.
Aku fikir ini hanya sebentar, tapi sekarang aku ikhlas untuk selamanya.Mungkin aku memang serpihan masa lalunya, karena itu izinkan aku barkata”maafkan aku atas semuanya, jaga dirimu baik-baik. Lupakan kata indah yang sempat menjadi simbol persahabatan kita! “Is or was? You are is the best friend”. Makasih atas hitam dalam putihmu”.
Munkin dia benar, aku menyayanginya bukan dasar merah jambu, karena memilihnya adalah sahabat yang abadi, yang kemudian aku merasa dia saudaraku.
Tak ada yang bisa membaca jiwa seseorang. Ketika dituangkan dalam karya, orang lain akan berbeda dalam mengartikan kata demi kata. Aku hanya bisa berbisik karena aku tak mampu melukiskan semuanya “jangan kau rangkul aku dengan puisi dan kisah-kisahmu, karena sebenarnya kau tak pernah berfikir tentang apa yang sedang kamu tulis, siapa dan bagaimana prasaannya?”. Aku kecewa dan pada akhirnya luka itu akan slalu membekas.
Seandainya mata itu slalu melihat, telinga slalu mendengar dan hati slalu punya prasaan, semuanya tak akan seperti ini. Mungkin dia lupa bagaimana aku mempertarukan kebaikannya didepan orang tuaku. Tapi sekarang semuanya sirna, dialah yang memadamkan persahabatan ini dengan sendirinya. Aku tak punya hak untuk semuanya.Biarlah waktu yang bicara.
Mungkin dia fikir menjadi seniman itu mudah, menjadi terkenal dan mengerti orang lain itu gampang, sampai akhirnya aku muak dengan semuanya. Aku tau usaha itu sembilan puluh persen jadi nyata, tapi seingatku aku tak pernah punya sahabat yang “bodoh”. Ini satu kali dalam sejarah.
Aku tak pernah berfikir akan meningglkannya, meninggalkan sahabat, saudara yang sangat aku abadikan namanya, tapi sekarang aku merasa harus meninggalakannya. Kita sama-sama punya pilihan dan berhak memilih.Pilihanku adalah menjauh darinya.Sebelum matahari terbit, setelah senja kembali kembali menghilang, aku ikhlas dengan semua yang telah terjadi, meskipun aku tau itu menyakitkan untukku.Tapi aku tak ingin persahabatan ini menjadi terkotori dengan rasa yang tak pernah dia inginkan sebelumnya.Tak ada yang salah, apa lagi rasa yang sudah terlanjur ada untukku, hanya saja aku tak pernah inginkan semuanya terjadi. Kejadiannya begitu cepat, aku masih belum siap untuk semuanya, tapi ini nyata. Sudahlah mungkin persahabatan ini hanya sampai disini.
“Sebelum gerimis turun, sebelum mentari kembali menyaksikan isakanku,permintaanku hanya satu, Pergilah! Jauhi aku, Jauhi aku untuk semuanya, atau aku yang akan pergi?”
Pada akhirnya, aku hanya punya satu kenangan dan sejarah. Aku tak mungkin miliki semua tentang sahabat apalagi saudara, tapi aku punya sejarah yang tak dimiliki kebanyakan orang. Dan akhirnya persahabatan ini berakhir. Disini 18 Nopember 2009.
Go Green School!!
OLeh: Trimahta Yuda, XII IPS 4
Kita sudah tahu semua artinya dan bahkan maksud dari sepenggal judul diatas”menuju sekolah hijau”. Tetapi kita tidak pernah bertindak untuk benar-benar menghijaukan sekolah dan lingkungan kita. Mengubah segalanya tidaklah mudah, kita mencoba dari diri kita sendiri, hingga akhirnya kita bisa mengajak temen terdekat kita sedikit demi sedikit untuk peduli pada lingkungan. Tetapi karena setiap orang tidak sama, jawaban orang terkadang bertolak belakang dengan tujuan kita, tetapi ada juga orang yang merasa senang, ketika kita menegurnya.
Kadang kita tak pernah sadar bahwa sesuatu yang terdapat di sekitar kita bisa dimanfaatkan, seperti plastik snack yang setiap hari kita makan.
Tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita juga ingin merasakan hidup yang layak seperti kita, tetapi tanpa sengaja atau bahkan memang disengaja kita menginjaknya, kita tak pernah menyadari bahwa tumbuhan juga bisa mengeluh “aku juga ingin hidup”.
Semoga dengan membaca tulisan ini, kita semua diberi kesadaran untuk mencintai sesuatu yang berada disekitar kita.
Kita sudah tahu semua artinya dan bahkan maksud dari sepenggal judul diatas”menuju sekolah hijau”. Tetapi kita tidak pernah bertindak untuk benar-benar menghijaukan sekolah dan lingkungan kita. Mengubah segalanya tidaklah mudah, kita mencoba dari diri kita sendiri, hingga akhirnya kita bisa mengajak temen terdekat kita sedikit demi sedikit untuk peduli pada lingkungan. Tetapi karena setiap orang tidak sama, jawaban orang terkadang bertolak belakang dengan tujuan kita, tetapi ada juga orang yang merasa senang, ketika kita menegurnya.
Kadang kita tak pernah sadar bahwa sesuatu yang terdapat di sekitar kita bisa dimanfaatkan, seperti plastik snack yang setiap hari kita makan.
Tumbuhan yang tumbuh di sekitar kita juga ingin merasakan hidup yang layak seperti kita, tetapi tanpa sengaja atau bahkan memang disengaja kita menginjaknya, kita tak pernah menyadari bahwa tumbuhan juga bisa mengeluh “aku juga ingin hidup”.
Semoga dengan membaca tulisan ini, kita semua diberi kesadaran untuk mencintai sesuatu yang berada disekitar kita.
Sejarah Kertas
Oleh: Trimahta Yuda, XII IPS-4
Peradaban mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis manulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban mesir kuno pada masa wangsa Firun, kemudian menyebar keseluruh timur tengah sampai Romawi dilaut tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman dan bahasa Perancis. misalnya dalam bahasa Spanyol, kertas itu dikenal dengan papel.
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi seratyang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya alami, dan mengndung selulosa dan hemiselulosa.
Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak, melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukn dengan kertas. Misalnya, kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Bermacam-macam kertas tersedia ditoko dengan berbagai sebutan, misalnya: art paper, karton, duplex, kertas majalah, tas kertas dan lain sebagainya.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban china yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Tsailun yang menemukan yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero Cina pada tahun 101 M.
Penemuan ini akhirnya menyebarkan ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban dikawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 M dimana para tawanan-tawanan perang mengerjakan cara pembuatan kertas pada orang-orang. Sehingga di zaman Abbasiyah, muncullah industri-industri kertas, baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Itali dan India lalu Eropa. Khususnya, setelah perang salib dan jatuhnya Granada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang spanyol serta ke seluruh dunia.
Peradaban mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis manulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban mesir kuno pada masa wangsa Firun, kemudian menyebar keseluruh timur tengah sampai Romawi dilaut tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman dan bahasa Perancis. misalnya dalam bahasa Spanyol, kertas itu dikenal dengan papel.
Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi seratyang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya alami, dan mengndung selulosa dan hemiselulosa.
Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak, melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukn dengan kertas. Misalnya, kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Bermacam-macam kertas tersedia ditoko dengan berbagai sebutan, misalnya: art paper, karton, duplex, kertas majalah, tas kertas dan lain sebagainya.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban china yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Tsailun yang menemukan yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero Cina pada tahun 101 M.
Penemuan ini akhirnya menyebarkan ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban dikawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.
Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 M dimana para tawanan-tawanan perang mengerjakan cara pembuatan kertas pada orang-orang. Sehingga di zaman Abbasiyah, muncullah industri-industri kertas, baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Itali dan India lalu Eropa. Khususnya, setelah perang salib dan jatuhnya Granada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang spanyol serta ke seluruh dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)